17 tahun damai Aceh, Apa Karya: “Peu kana laba?”

POPULARITAS.COM – Tokoh Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Zakaria Saman menilai, peringatan hari perdamaian Aceh yang diperingati setiap 15 Agustus hanya sebatas seremonial saja.

Di usia damai 17 tahun ini, pria yang akrab disapa Apa Karya itu menilai nasib rakyat di daerah ujung barat Sumatra itu tidak jauh berbeda dari sebelum-sebelumnya.

Lon hana lon pako lee acara nyan, sebab 17 thon di sinan dijak foya-foya, dijak pajoh bu bungkoh dan peugah haba mantong (saya tak peduli lagi peringatan 17 tahun damai Aceh, karena di sana cuma makan-makan dan berbicara dalam bentuk seremonial saja),” kata Apa Karya kepada popularitas.com, Senin (15/8/2022).

Baca: Tu Sop prihatin kondisi pelaksanaan syariat Islam di Aceh

Mantan Menteri Pertahanan GAM ini menilai bahwa kesejahteraan rakyat Aceh masih jauh dari harapan. Kesejahteraan ini, kata Apa Karya, justru hanya dinikmati oleh segelintir kelompok saja, terutama Partai Aceh.

Oleh karena itu, Apa Karya mengajak masyarakat di ujung barat Sumatra itu tak memilih lagi Partai Aceh pada pesta demokrasi tahun 2024 mendatang.

Di 17 thon nyan peu kana laba? Yang na laba Partai Aceh, dua thon teuk partai-partai Aceh ka dipeu abeh, dua thon teuk ka digoyang nyan,” kata Apa Karya.

Menurut Apa Karya, apabila Aceh dipimpin oleh orang-orang tidak benar, sampai kapan pun tidak akan meraih yang namanya kesejahteraan.

“Walaupun 50 tahun usia damai Aceh, kita tetap seperti ini, bahkan semakin hancur,” pungkas Apa Karya.

Baca: PAS Aceh ‘ancaman’ eksistensi Partai Aceh

Comments
Loading...