Ombudsman: Per 1 Juli Pelayanan BSI di Aceh Harus Normal

POPULARITAS.COM – Ombudsman RI Perwakilan Aceh meminta agar Bank Syariah Indonesia (BSI) harus menjamin per 1 Juli pelayanannya terhadap nasabah normal kembali, terutama pada anjungan tunai mandiri (ATM).

Hal tersebut disampaikan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Taqwaddin Husin kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan BSI, Bank Indonesia, OJK dan pihak terkait lainnya di Banda Aceh, Senin (7/6/2021).

“Kami minta per 1 Juli 2021 supaya pelayanan, terutama pelayanan ATM normal kembali. Soal bansos, bantuan pemerintah usaha mikro bisa agak menyusul, tetapi bagi nasabah pribadi, pemegang kartu ATM tolong per satu Juli bisa normal kembali, supaya tidak ada kegaduhan sosial muncul hanya gara-gara itu,” katanya.

Taqwaddin mengaku banyak menerima pengaduan maupun keluhan dari masyarakat terkait pelayanan buruk BSI di Aceh baru-baru ini. Oleh karena itu, hal tersebut harus menjadi evaluasi dari pihak BSI secara menyeluruh.

Baca: 67 Persen Nasabah di Aceh Sukses Migrasi ke BSI

“BSI kan bank syariah, syariah itu memberi pelayanan sebaik-baiknya seperti pelayanan Umar Bin Khattab, kira-kira begitu. Sekarang kan di Aceh ini hanya boleh ada bank syariah, jangan sampai ada kesan gara-gara masalah perbankan ini syariah ini menjadi korban,” tutur Taqwaddin.

Seiiring proses migrasi ke syariah, Taqwaddin berharap agar jasa transfer dan lain sebagainya di BSI semakin murah, bukan semakin mahal. Sehingga, kehadiran BSI memberi kenyamanan bagi masyarakat di provinsi paling ujung Sumatera itu.

Baca: Mulai 7 Juni 2021, BSI Aceh integrasi rekening nasabah BRIS dan BNIS

“Seharusnya, semakin syariah harus semakin bagus, termasuk pelayanannya, dan jasanya itu semakin murah, jangan syariah nanti semakin mahal,” ucap Taqwaddin.

Sebelumnya diberitakan, proses migrasi Bank BNI Syariah, BRI Syariah dan Bank Syariah Mandiri ke Bank Syariah Indonesia (BSI) pada hari pertama, Senin (7/6/2021) di Aceh berjalan lancar. BSI mengklaim proses migrasi sudah mencapai 67 persen.

“Sampai tadi sudah 67 persen ya. Selanjutnya kita memindahkan pembiyaan secara bertahap, memindahkan gaji, kita harus koordinasi dengan KPPN, Satker, Taspen dan lain sebagainya, jadi kita pastikan gajinya bisa pindah,” ujar Wakil Direktur Utama 1 BSI, Ngatari kepada wartawan di Banda Aceh, Senin (7/6/2021).

Ngatari menyebutkan bahwa ada 1,1 juta nomor rekening nasabah di Aceh yang bakal dilakukan migrasi. BSI menargetkan proses migrasi tersebut rampung total paling telat akhir Juli 2021.

“Kita butuh waktu antara 1-2 bulan, maksimal dua bulan, karena kita 1 November kita sudah satu sistem secara nasional,” jelas Ngatari.

Editor: dani

-ads-

-ads-
Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.