Home News Salah Kaprah Janda Bolong Jadi Tanaman Mahal
News

Salah Kaprah Janda Bolong Jadi Tanaman Mahal

Share
Ilustrasi. (foto: pikiran rakyat)
Share

POPULARITAS.COM – Janda bolong menjadi primadona di masa pandemi Covid-19. Pecinta tanaman hias tak ragu merogoh kocek hingga Rp100 juta untuk membeli tanaman janda bolong yang dihargai Rp15 juta per daun.

Namun, peneliti sistematik dan taksonomi LIPI Yuzammi menilai harga janda bolong tidak masuk akal. Dia menilai masyarakat salah kaprah menganggap tanaman janda bolong yang memiliki nama ilmiah Monstera adansonii. Pasalnya, janda bolong bukan lah tanaman yang langka dan bisa didapatkan dengan mudah.

“Harga ini sudah enggak masuk logika lagi. Perlu saya garis bawahi di sini bahwa masyarakat jangan sampai terkecoh dengan tanaman janda bolong ini. Monstera adansonii bukan lah termasuk tanaman langka, hanya banyak digunakan sebagai tanaman hias karena bentuknya daunnya yang unik yaitu bolong-bolong,” kata Yuzammi seperti dilansir laman CNNIndonesia.com, Selasa (13/10/2020).

Yuzammi menjelaskan, janda bolong dan tanaman Monstera pada umumnya dapat dengan mudah dikembangbiakkan karena tergolong sebagai tanaman yang merambat. Memperbanyak daun janda bolong dapat dilakukan dengan cara stek batang dan ditanam kembali di tempat yang tidak terkena cahaya matahari langsung.

Menurut Yuzammi, fenomena tanaman janda bolong yang mahal disebabkan karena beberapa hal seperti nama tanaman yang sensasional, bentuk yang unik, dan masyarakat yang sedang gemar berkebun di rumah selama pandemi Covid-19. Situasi ini dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk mencari keuntungan.

“Ini sering dimanfaatkan oleh para pialang untuk mendapatkan keuntungan. Masyarakat kita seharusnya sudah bisa lebih cerdas dalam melihat suatu fenomena. Saya melihat ini adalah suatu permainan dengan memanfaatkan kebiasaan masyarakat kita yang suka ikut-ikutan,” tutur Yuzammi.

Monstera yang langka

Di sisi lain, ada salah satu tanaman monstera yang terbilang langka dan mirip dengan janda bolong. Tanaman itu adalah Monstera obliqua.

Nah, ini [Monstera obliqua] baru mahal, karena termasuk tanaman langka, bentuknya sangat mirip sekali [dengan janda bolong],” ucap Yuzammi.

Kendati bentuknya hampir serupa, tapi M. adansonii dan M. obliqua memiliki sejumlah perbedaan yang spesifik.

Pertama, pertumbuhan adansonii tergolong cepat, sedangkan obliqua sangat lama. Kedua, bentuk bolong-bolong pada adansonii melonjong, sedangkan obliqua membulat dan lebih banyak. Ketiga, saat daun adansonii diraba terasa seperti kulit, pada obliqua terasa seperti sehelai kertas. Keempat, adansonii tidak memiliki sulur, sedangkan obliqua terdapat sulur yang keluar dari batangnya.

Editor: dani

Share

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HukumNews

Seorang Anggota Polda Aceh dan Kasat Narkoba Polres Tangsel Ditangkap Bersama 6 Anggotanya, Terkait Kasus Narkoba

POPULARITAS.COM – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menangkap Kasat Narkoba...

News

Sudaryono Bersih-bersih BGN, 261 Pegawai Diberhentikan

POPULARITAS.COM –  Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono melakukan bersih-bersih terhadap pegawai...

News

Sudaryono Bersih-bersih BGN, 261 Pegawai Diberhentikan

POPULARITAS.COM –  Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono melakukan bersih-bersih terhadap pegawai...

HukumNews

Prabowo Didesak Bentuk Tim Independen Bongkar Dugaan Korupsi Rp35,6 Triliun Febrie Adriansyah

POPULARITAS.COM – Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (KOSMAK) mendesak Presiden Prabowo Subianto...