RSUDZA Banda Aceh kembangkan pengobatan penyakit gondok tanpa operasi

POPULARITAS.COM – Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh telah mengembangkan layanan pengobatan penyakit gondok tanpa operasi. Metode yang dikenal dengan Terapi Abalasi Gondok Tanpa Operasi (TAGTO) itu, dipresentasikan intansi tersebut dalam rangka kompetisi pelayanan publik (KIPP) 2022, Selasa (19/8/2022).

Metode TAGTO yang di inisiasi oleh dr Hendra Zufry itu, bahkan menjadi yang pertama di Indonesia, dan di Asia Tenggara. Inovasi medis itu sendiri, pertama kali dikembangkan di Korea Selatan.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) dr. Isra Firmansyah, mengatakan jika selama ini penyembuhan gondok atau tiroid jinak menggunakan obat-obatan hingga operasi. Kini dengan TAGTO tidak perlu lagi operasi cukup dengan terapi.

Layanan TAGTO merupakan tindakan ablasi etanol perkutan (AEP) dan Radio Frequency Ablation (RFA) adalah Inovasi yang diinisiasi oleh RSUDZA. Bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan akibat gondok melalui terapi ablasi tanpa operasi dengan efek samping yang rendah serta dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat dengan pembiayaan ditanggung oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional.

“Setelah terapi ablasi ini, akan terjadi penurunan signifikan dari volume ukuran gondok (penderita penyakit) tersebut yang telah diteliti oleh dr. Hendra Zufry sebagai inisitor TAGTO di RSUDZA. Pengecilan kelenjar gondok itu dilakukan secara bertahap paling lama 1 tahun. Mulai dari ablasi, 1 bulan (rawat jalan) kemudian lanjut bulan ke 6 hingga setahun. Hasil maksimal itu setahun,” ungkapnya.

Lebih lanjut, terang Isra, TAGTO ini bersifat minimal invasif, dengan cara memasukkan zat etanol dalam jaringan gondok atau tiroid, kemudian kelenjar yang membesar itu akan berangsur mengecil. Namun, pasien yang bisa dilakukan tindakan TAGTO ini adalah mereka yang memiliki pembekakan kelenjar dengan ukuran di atas 2 cm.

Ia mengaku sangat bersyukur dengan adanya pengembangan terapi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat luas tersebut. Dengan inovasi ini juga RSUDZA berhasil masuk top 99 rumah sakit yang akan mengikuti KIPP dari Kementerian PANRB. Maka, hari ini dilakukan tahapan verifikasi untuk tahapan 45 besar.

“Alhamdulillah pengembangan terapi ini akan terus kita laksanakan, ini sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama dalam pendidikan, ada beberapa dokter spesialis dan konsultan endokrin dari beberapa RS di Indonesia akan mengikuti pelatihan TAGTO di RSUDZA bersama inisiatornya dr. Hendra Zufry spesialis penyakit dalam dan konsultan endokrin,” pungkasnya.

Inisiatir dr. Hendra Zufry, spesialis penyakit dalam dan konsultan endokri, dalam penjelasannya, mengungkapkan layanan medis Layanan Terapi Ablasi Gondok Tanpa Operasi (TAGTO), ia pelajari langsung pada penemu inovasi tersebut di negeri gingseng selama 3 tahun.

“Tapi, saya juga lakukan modifikasi tergantung pasien tidak serta merta apa yang di Korea saya lakukan di Indonesia, mengingat ada beberpa faktor yang membedakan, Alhamdulillahnya segala tindakan TAGTO ditanggung JKN,” ungkapnya.

Karenanya, ia mengaku sangat bersyukur kepada Pemerintah Aceh yang telah memfasilitasi dirinya pengembangan replikasi TAGTO. Sehingga bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat khususnya di bidang medis.

 

Editor : Hendro Saky

Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong – Disperindag Aceh
Comments
Loading...