Mayoritas Pasien Difteri Tidak Ada Imunisasi

POPULARITAS.COM – Kepala Divisi Infeksi dan Penyakit Tropis Bagian Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA), dr Raihan SpA(K) mengatakan, pasien suspect difteri yang dirawat di RSUZA rata-rata tidak mendapatkan imunisasi, pasien yang ditanganinya berusia antara 4 hingga 16 tahun.

“Rata-rata pasien yang ditemukan tidak menjalani imunisasi lengkap. Paling banyak ada yang tidak imunisasi sama sekali. Sebenarnya difteri ini bisa dicegah dengan imunisasi,” kata Raihan, Selasa (19/12/2017).

Raihan menyebutkan, pasien mesti diberi serum anti difteri dan anti biotika untuk membunuh kuman. Dan serum ini sendiri disediakan oleh dinas kesehatan dan pihak RSUZA setiap ada pasien masuk langsung melaporkan ke dinas setempat.

“Tanggung jawab pemerintah, Anti Difteri Serum (ADS) tidak dijual bebas dan tidak disediakan khusus., karena di rumah sakit sendiri tidak ada stok,” jelasnya.

Kendati demikian, Raihan mengatakan pihak rumag sakit tetap mengupayakan secara maksimal mungkin terhadap penyembuhan pasien.

“Untuk saat ini pasien yang kita rawat sudah dapat ADS, dan obat ini diberikan satu kali,” ungkapnya.

Kasus difteri di Aceh sudah masuk Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri dan dinyatakan terbesar ke dua di Indonesia. Hingga hari ini penyakit mematikan tersebut telah menyerang sebanyak 100 orang tahun 2017 dan tiga orang meninggal dunia.[acl]

Baca : Kasus Difteri di Aceh Terbanyak Kedua di Indonesia

Reporter : Zuhri Noviandi

-ads-

-ads-

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.