Kemana Kapal Aceh Hebat Akan Berlabuh

Dokumentasi - Pembangunan KMP Aceh Hebat 1 berbobot 1.300 GT di Galangan Kapal PT MOS Tanjung Balai Karimun. (ANTARA/HO)

DERING telepon bergema pada, Sabtu, 29 Mei 2021. Satu suara yang akrab, memberikan informasi penting, yang menyebutkan bahwa, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi, ST, dan Sekda Aceh, dr Taqwallah, dipanggil lembaga anti rasuah ke Jakarta.

Penelpon itu kembali menjelaskan, materi surat pemanggilan, terkait dengan proyek pengadaan kapal senilai ratusan milyar di instansi yang saat ini dipimpin oleh, Junaidi.

Berbekal informasi tersebut, media ini, mencoba menelusuri berbagai pihak guna memastikan kebenaran fakta yang disampaikan penelpon tadi. Tak hanya sampai di situ,  di hari yang sama, popularitas.com, mengirimkan pesan singkat melalui aplikasi layanan perpesan whatsApp kepada Plt Juru Bicara KPK bidang penindakan, Ali Fikri. Namun, pertanyaan yang diajukan tak kunjung dijawab.

Proses Tender Kapal Cepat Aceh Hebat

Proses pembangunan kapal rol on rol off atau di kenal luas dengan nama kapal roro, perencanaan sejak 2017 dan 2018, dan kemudian pada tahun 2019, kegiatan tersebut di lakukan pelelangan di LPSE Kementrian Perhubungan RI. 

Pembangunan kapal roro untuk lintasan Pantai Barat-Simeulue, dilakukan dengan tender tahun jamak, nilai pagu sebesar Rp74,8 miliar, dimenangkan oleh PT Multi Ocean Shipyard dengan penawaran Rp73,9 miliar. Dari data LPSE Kementrian Perhubungan, perusahaan tersebut beralamat di Desa Pangke, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau

Sementara, tender kapal roro lintasan Ulee Lheuu-Balohan, juga dilakukan dengan skema tahun jamak, dengan pagu senilai Rp60 miliar, pemenang tendernya adalah PT Adiluhung Saranasegara Indonesia, dengan nilai penawaran Rp59,78 miliar. Dari data LPSE diketahui perusahaan tersebut beralamat di Jln Kabupaten RT.01/RW.01 – Desa Ujung Piring- Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

baca juga : Benarkah Sekda Aceh dan Kadishub di panggil KPK?

Selanjutnya, untuk pembangunan kapan roro, Lintasan Singkil – Pulau Banyak, juga dilaksanakan dengan skema pembiayaan tahun jamak. Dengan pagu senilai Rp38,8 miliar, pemenang tender adalah PT Citra Bahari Shipyard, yang beralamat di Jln Jawa nomor 28 RT 006 RW 011 Mintraragen, Tegal Kota, Jawa Tengah.

KPK Menjawab

Kamis, 4 Juni 2021, Plt Juru Bicara KPK bidang Penindakan, Ali Fikri, mengirimkan pesan singkat kepada media ini, terkait dengan pertanyaan yang diajukan sebelumnya. Dalam keterangannya, dia membenarkan perihal bahwa lembaga anti rasuah tersebut, Tengah melakukan penyelidikan terhadap beberapa persoalan di Aceh.

“Iya, kita ada kegiatan penyelidikan di Aceh,” terang Ali Fikri kemudian.

bca juga : KMP Aceh Hebat 1 Resmi Beroperasi

Namun Ali Fikri tidak menjelaskan lebih rinci terkait dengan kegiatan penyelidikan tersebut, hanya saja Ia menjawab bahwa, dikarenakan masih dalam proses, dirinya belum dapat menyampaikan lebih lanjut terkait dengan materi pemeriksaan.

“Inikan masih proses, jadi belum dapat saya jelaskan materi apa, dan terkait dengan kasus apa,” paparnya.

Sejurus kemudian, Ali Fikri mengatakan, beberapa pihak telah dipanggil, guna dimintai keterangan, dan klarifikasi. Dan meminta kepada media ini untuk bersabar terkait dengan perkembangan hasil pemeriksaan. “Sabar dulu ya, nanti kita informasikan lebih lanjut,” ujarnya.

Kapal Aceh Hebat Sudah Beroperasi

Proses tender dan pembangunan kapal Aceh Hebat 1, 2 dan 3, sudah tuntas dikerjakan, dan pada 2021, telah serah terimakan kepada pemerintah Aceh. Melewati berbagai proses uji kelaikan dan keselamatan, saat ini, ketiga kapal itu telah beroperasi dan berlayar melayani penumpang untuk masing-masing lintasan.

Dipanggilnya Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi, ST, oleh KPK, memunculkan banyak polemik dan pertanyaan di tengah masyarakat. Apalagi diketahui, instansi tersebut merupakan penaggungjawab utama dalam proses pembangunan Kapal Aceh Hebat. 

Nah, kemana kemudian, kasus Kapal Aceh Hebat ini akan berlabuh?. Kita tunggu saja tahapan dan proses penyelidikan yang saat ini Tengah dilakukan oleh lembaga anti rasuah itu.

Comments
Loading...