Home News Jusuf Kalla: Penundaan pemilu menyalahi konstitusi
News

Jusuf Kalla: Penundaan pemilu menyalahi konstitusi

Share
Jusuf Kalla: 2022 merupakan tahun politik yang romantis
Mantan Wapres RI, Jusuf Kalla setelah menikmati kopi di Warung Kopi Solong, Ulee Kareng, Banda Aceh pada Desember 2019. FOTO: Muhammad Fadhil/popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menilai penundaan pemilihan umum (pemilu) menyalahi konstitusi karena sudah ada amanat penyelenggaraan pesta demokrasi setiap lima tahun sekali.

“Memperpanjang (menunda pemilu) itu tidak sesuai dengan konstitusi,” kata JK usai menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Jumat (4/3/2022), dikutip dari Antara.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, JK mengatakan apabila penundaan pemilu tetap diselenggarakan, maka potensi konflik akan terjadi.

Dia menambahkan Indonesia juga memiliki sejarah panjang tentang konflik, sehingga JK mengingatkan Pemerintah untuk berhati-hati dan tetap taat pada konstitusi.

“Kecuali kalau konstitusinya diubah, (tapi) kita terlalu punya konflik. Jadi, kita taat pada konstitusi. Itu saja,” tegasnya.

JK juga mengingatkan konstitusi mengamanatkan pelaksanaan pemilu digelar setiap lima tahun sekali. Dia berharap wacana penundaan pemilu jangan sampai berujung pada masalah yang diakibatkan oleh kepentingan kelompok atau individu tertentu.

“Konstitusinya itu lima tahun sekali. Kalau tidak taat konstitusi, maka negeri ini akan ribut,” ujar JK.

Usulan penundaan Pemilu Serentak 2024 pertama kali dikatakan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.

Menurut Muhaimin, usulan penundaan itu didasarkan pada masa pemulihan ekonomi, yang menurut prediksi akan terjadi dalam kurun waktu dua tahun mendatang atau pada 2024.

“Saya menerima para pelaku UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) dan analis ekonomi dari berbagai perbankan banyak masukan penting; intinya (soal) prospek ekonomi kita pascapandemi. Dari seluruh masukan itu, saya mengusulkan Pemilu (Serentak) 2024 itu ditunda satu atau dua tahun,” kata Wakil Ketua DPR RI itu di Jakarta, Rabu (23/2/2022).

Usulan tersebut juga mendapat tanggapan dari Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
KesehatanNews

Kemenkes Ingatkan Bahaya Asap Karhutla, Anak-anak dan Ibu Hamil Rentan Terdampak

POPULARITAS.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak kebakaran hutan...

NewsSepakbola

Persiraja Ditahan Imbang di Kandang

POPULARITAS.COM – Persiraja Banda Aceh harus puas berbagi poin setelah bermain imbang...

News

Sekjen PBB António Guterres Tiba di Indonesia untuk Bahas Isu Global

POPULARITAS.COM – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB), António Guterres, tiba di...

News

Soroti Polemik Jilbab di Azerbaijan, Pengamat Ungkap Potensi Ekonomi Busana Muslim

POPULARITAS.COM – Industri jilbab dan busana Muslim atau modest fashion dinilai memiliki...