Home News Bangkai Gajah Tanpa Kepala di Aceh Timur Diduga Diracun
News

Bangkai Gajah Tanpa Kepala di Aceh Timur Diduga Diracun

Share
Gajah mati dalam keadaan tanpa kepala di area perkebunan sawit PT Bumi Flora Afd V Jambo Reuhad, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, Minggu (11/7/2021). (antara)
Share

POPULARITAS.COM -Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama mitra yang melakukan nekropsi atau autopsi bangkai gajah sumatra (elephas maximus sumatramus) tanpa kepala di Kabupaten Aceh Timur menemukan benda diduga racun. Berdasarkan hasil nekropsi ada perubahan organ di beberapa bagian alat pencernaan.

“Kami menemukan zat diduga racun,” kata anggota tim kesehatan hewan BKSDA Aceh Rosa Rika Wahyuni, di Aceh Timur, Senin (12/7/2021).

Baca: Seekor Gajah di Aceh Timur Ditemukan Mati Tanpa Kepala

Namun, kata dia, untuk mengetahui kepastian penyebab pasti kematian gajah jantan tersebut dibutuhkan pemeriksaan di laboratorium forensik. “Benda asing yang ditemukan itu beserta sejumlah sampel dari organ tubuh gajah akan dikirim ke pusat laboratorium forensik. Hasil uji laboratorium forensik nantinya akan mengetahui jenis racun dan unsur kandungan dari racun tersebut,” kata Rosa Rika Wahyuni.

Sebelumnya, Kepala BKSDA Aceh Agus Arianto mengatakan gajah jantan tersebut ditemukan mati di kawasan Jambo Reuhad, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, Ahad (11/7).

Baca: Bangkai Gajah Tanpa Kepala yang Ditemukan Mati Diperiksa

“Setelah kami menerima informasi dari kepolisian ada seekor gajah mati, kami langsung mengerahkan tim ke lokasi. Dugaan sementara, gajah tersebut mati karena perburuan gading,” kata Agus Arianto.

Menurut dia, jika melihat fisiknya saat ditemukan, pelaku memotong kepala gajah liar tersebut dan membawa ke tempat lain untuk mengambil gadingnya. Namun, ini dugaan sementara.

“Untuk pastinya akan dilakukan olah tempat kejadian perkara serta nekropsi atau sutopsi guna memastikan penyebab kematian gajah tersebut,” kata Agus Arianto.

Agus Arianto mengatakan, selain tim BKSDA, Polres Aceh Timur dan Balai Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga turun ke lokasi menyelidiki penyebab kematian satwa dilindungi tersebut. Gajah sumatra merupakan satwa liar dilindungi. Berdasarkan data organisasi konservasi alam dunia, IUCN, gajah sumatra hanya ditemukan di Pulau Sumatra.

Satwa tersebut masuk spesies terancam kritis dan berisiko tinggi untuk punah di alam liar. Oleh karena itu, BKSDA Aceh mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam khususnya satwa liar gajah sumatra dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitatnya.

Sumber: Republika

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Biaya perjalanan Dinas PUPR Pidie tahun 2026 capai Rp1,1miliar
News

Dinas PUPR Pidie belum serahkan dokumen proyek paska bencana Rp10 miliar untuk di lelang

POPULARITAS.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie, hingga akan...

EdukasiNews

Terima Audiensi LLDIKTI, Wagub Fadhlullah Dorong Penguatan SDM dan Kolaborasi dengan PTS

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan kunci kemajuan...

News

Pascamutasi, Dinas “Basah” di Pidie Masih Lowong Pimpinan

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak 45  pejabat tingkat eselon II,...

Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya
News

Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Minggu 19 Juli 2026 malam, hadiri...