Home News 5 Ekor Gajah Sumatra Mati di Kebun, Warga Diimbau Tertibkan Pagar Listrik
News

5 Ekor Gajah Sumatra Mati di Kebun, Warga Diimbau Tertibkan Pagar Listrik

Share
Foto: Temuan kerangka gajah di areal kebun warga. (Dok BKSDA)
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) – Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Agus Arianto mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam, khususnya satwa liar gajah Sumatera. Caranya adalah dengan tidak merusak hutan yang merupakan habitat berbagai jenis satwa, serta tidak menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati.

Pernyataan ini disampaikan Agus menyikapi temuan lima kerangka gajah Sumatra di kawasan Desa Tuwi Pria, Kecamatan Pasie Raya, Aceh Jaya, Kamis, 2 Januari 2020 kemarin. Diduga satwa dilindungi tersebut mati karena terkena tegangan arus listrik.

“Di sekitar lokasi penemuan tulang belulang gajah juga ditemukan adanya pagar listrik yang dipasang di perkebunan sawit masyarakat,” kata Agus.

Ke lima kerangka yang ditemukan di enam titik tersebut, hanya satu kerangka gajah yang tanpa tengkorak utuh. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Aceh Jaya untuk dapat ditindaklanjuti secara hukum.

“BKSDA Aceh akan terus berkoordinasi dengan pihak Polres Aceh Jaya terkait proses penanganan kematian gajah,” kata Agus.

Gajah Sumatera (elephas maximus sumatranus) merupakan salah satu jenis hewan yang dilindungi di Indonesia, berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang Dilindungi.

Berdasarkan The IUCN Red List of Threatened Species, satwa yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera ini berstatus Critically Endangered atau spesies yang terancam kritis, beresiko tinggi untuk punah di alam liar.

Terhadap kasus ini, BKSDA Aceh turut mengimbau warga untuk menertibkan pagar-pagar kebun yang memiliki arus listrik bertegangan tinggi. Pasalnya pagar tersebut tidak hanya memberikan efek kejut, tetapi juga kematian bagi satwa liar dan bahkan manusia.

“Ini merupakan awal tahun yang menyedihkan bagi kita. Semoga kedepannya tidak terjadi lagi. Mari bersama-sama kita tumbuhkan rasa mencintai terhadap satwa liar yang ada karena mereka juga makhluk hidup yang butuh hidup di muka bumi ini,” pungkas Agus.* (RIL)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Biaya perjalanan Dinas PUPR Pidie tahun 2026 capai Rp1,1miliar
News

Dinas PUPR Pidie belum serahkan dokumen proyek paska bencana Rp10 miliar untuk di lelang

POPULARITAS.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie, hingga akan...

EdukasiNews

Terima Audiensi LLDIKTI, Wagub Fadhlullah Dorong Penguatan SDM dan Kolaborasi dengan PTS

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan kunci kemajuan...

News

Pascamutasi, Dinas “Basah” di Pidie Masih Lowong Pimpinan

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak 45  pejabat tingkat eselon II,...

Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya
News

Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Minggu 19 Juli 2026 malam, hadiri...