Walau hanya digaji Rp300 ribu sebulan, Mariana : Saya mencintai pekerjaan sebagai guru

POPULARITAS.COM – Tanggal 25 Nopember, saban tahun diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Pada 2021 ini, peringatan tersebut mengangkat tema Bergerak Dengan Hati, Pulihkan Pendidikan.

Seantero nusantara, Kamis (25/11/2021), serantak melaksanakan proses peringatan Hari Guru Nasional. Ragam bentuk perayaan dilaksanakan, dan senyum mengembang dari para pendidik mendapatkan hadiah atau kado dari para murid.

Nun jauh di Desa Meunasah Buket, Kemukiman Buloh Blang Arah, pedalaman Kabupaten Aceh Utara, Mariana (38), seorang pengajar di SDN 20 Kuta Makmur tetap tersenyum dengan gaji Rp300 ribu pada peringatan Hari Guru Nasional.

Mariana, ibu dari empat anak itu, telah mengajar di SD itu sejak 2007. Lebih dari 14 tahun perempuan itu tetap bersemangat mencurahkan segalanya untuk memberikan pendidikan terhadap anak-anak muridnya.

“Gaji ya sekedarnya saja, hanya Rp300 ribu tiap bulan,” terangnya.

Meski jauh dari kata layak, upah Rp300 ribu yang diterima Guru Mariana tiap bulannya, tidak membuatnya patah arang, sebab mengajar adalah pengabdian, dan dirinya mencintai pekerjaannya sebagai guru. 

“Saya mencintai pekerjaan ini, dan inilah alasannya dirinya tetap bertahan walau sudah 14 tahun,” katatanya lagi.

Mariana kembali menerangkan bahwa, sebagai guru honor, SK dirinya mengajar diterbitkan oleh Bupati Aceh Utara. Namun saat ini ada kebijakan daerah tidak lagi memperpanjang tenaga honor, sebab itu Ia hanya mendapatkan gaji selama 7 bulan saja.

Krisis keuangan yang terjadi di Kabupaten Aceh Utara, telah menyebakan pemerintah setempat menerbitkan kebijakan pembatasan pembayaran honor untuk pegawai honor, tenaga kontrak, dan tenaga bakti di daerah itu. Untuk tahun 2021, pemerintah setempat hanya menganggarkan pembiayan pembayaran gaji untuk 7 bulan.

Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Aceh Utara, sebanyak 4.186 tenaga honorer saat ini. tercatat 2.220 orang honorer kontrak dan sebanyak 1.966 orang honorer murni.
Guru Marina selama berbincang tidak pernah mengeluh, atau menyampaikan kegusarannya. Sebab baginya mendidik anak-anak adalah pengabdian dan panggilan hati. “Ya kalau soal gaji Rp300 ribu itu gak cukup, tapi saya senang mengajar murid-murid,” ujarnya lagi.

Hal yang membuatnya tidak bersedih adalah keberadaan suami dan anak-anak yang senantiasa mendukung dan memahami pekerjaannya. Dukungan itulah yang membuat dirinya tetap semangat. “Saya hanya ingin mengatakan, sangat mencintai pekerjaan sebagai guru, dan ini bukan semata masalah uang,” sebutnya.

Dukungan dari suaminya adalah menjaga empat orang buah hati mereka selama Ia mengajar. Jadi, terang Guru Mariana, ayah dari anak-anaknya pekerjaannya jualan Mie Aceh, dan kala Ia mengajar pagi hari, anak-anak dijaga oleh suaminya.

“Alhamdulillah, walau suami hanya jualan Mie Aceh, dan upah saya Rp300 ribu, tapi kami bahagia dan mencintai status sebagai guru,” kata Mariana lagi.

Sementara itu, kepala sekolah tempat Guru Mariana mengajar, Abdullah membenarkan bahwa di sekolah yang Ia pimpin terdapat tuga guru honorer, dan salah satunya adalah Mariana.

Sejak kebijakan Pemerintah Kabupaten yang tidak lagi membayar gaji guru honorer, lantas kemudian pihak sekolah mencari alternatif untuk pembiayaan para guru honor itu. 

Saat ini, katanya kemudian, sekolah hanya mampu membayarkan Rp300 ribu untuk sekedar kebutuhan tranportasi. Walau insentif senilai itu diberikan pihaknya, Abdullah berharap para guru honor tetap semangat, dan Ia berdoa ketiganya menjadi pendidik sukses kedepannya, demikian Abdullah.

 

Editor : Hendro Saky

Comments
Loading...