UPTD RKA Disperindag Aceh Dukung Pengembangan Produk Industri Kecil dan Menengah melalui jasa desain dan cetak kemasan

POPULARITAS.COM – Sejumlah mesin cetak tampak menyala, suara alat-alat itu tidak begitu bising, beberapa pekerja merapikan hasil cetakan dari mesin-mesin itu. Dalam ruangan tempat mesin cetak itu berada, tampak sosok perempuan terlihat sibuk membuka lembar demi lebar dokumen yang Ia pegang. Kepada popularitas.com, Ia menjelaskan tentang fungsi dan tugas dari UPTD Rumah Kemasan Aceh (RKA), yang saat ini Ia pimpin,

Mesin-mesin yang mengeluarkan suara bising itu adalah milik UPTD Rumah Kemasan Aceh. Dibentuk empat tahun silam, UPTD Rumah Kemasan Aceh memiliki tugas dan fungsi dalam melaksanakan pelayanan teknis, pembinaan, dan penyuluhan informasi kemasan.

Kemudian, UPTD Rumah Kemasan Aceh juga bertugas melakukan pengembangan desain kemasan, alih teknologi, penyediaan sarana usaha industri kecil berbasis kemasan dan packaging, ketatausahaan dan pelayanan masyarakat.

Dalam kiprahnya selama empat tahun, UPTD Rumah Kemasan Aceh banyak memfasilitasi sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) di provinsi ujung barat Sumatra ini, mewujudkan wadah, dan kemasan berbagai produk guna menambah nilai jual.

Kepada Popularitas.com, yang menemuinya beberapa waktu lalu, Dewiana menuturkan, kehadiran Rumah Kemasan Aceh diperuntukan bagi pelayanan dan konsultasi IKM di Aceh.

“Kami di Rumah Kemasan mempunyai banyak peran, di antara memberikan bimbingan, konsultasi maupun sarana dalam pengembangan desain kemasan bagi produk-produk IKM di Provinsi Aceh,” kata Dewiana.

Dewiana menerangkan bahwa, setiap pelaku IKM dapat berkonsultasi dengan ahli kemasan, dan para desainer di UPTD Rumah Kemasan Aceh. Dan proses konsultasi itu tidak dipungut biaya, alias gratis.

“Untuk konsultasi desain, model dan bentuk kemasan, tidak dipungut bayaran,” terangnya.

Selain melakukan pembinaan, tambah Dewiana, Rumah Kemasan Aceh juga bertugas melakukan monitoring ke para pelaku IKM di seluruh kabupaten/kota di provinsi paling barat Indonesia itu.

Tujuannya adalah untuk memberi penjelasan bagaimana menciptakan kemasan yang bernilai jual tinggi di tingkat pasar, baik lokal maupuan nasional.

“Kami monitoring ke mereka,  misalnya memberi penjelasan untuk mengubah kemasan mereka lebih bernilai jual tinggi, sehingga nantinya mudah laku,” ucap Dewiana.

Di Rumah Kemasan Aceh, kata Dewiana, pelaku IKM hanya dibebankan biaya pencetakan, namun tentu dengan harga yang sangat kompetitif, dan dipastikan lebih murah dibandingkan dengan harga pasaran.

“Kita memberikan desain yang gratis, itu sangat membantu masyarakat. Mereka mencetak, mereka dapat free desain dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Mereka juga bisa mencetak di sini dengan skala kecil, tidak perlu mereka mengeluarkan biaya besar,” terang Dewiana.

Jenis Layanan yang Tersedia

Di usianya yang meranjak empat tahun, UPTD Rumah Kemasan Aceh terus berbenah, terutama terkait pelayanan. Dewiana menyebutkan bahwa, saat ini Rumah Kemasan Aceh melayani enam jenis layanan percetakan, yaitu cetak stiker label/merek kemasan.

Kemudian, tambah Dewiana, jasa sablon plastik, jasa sablon goni, jasa sablon goodie bag, jasa sablon kemasan jadi, dan jasa sablon kemasan kotak. Enam layanan tersebut juga terbagi dalam beberapa klasifikasi.

Untuk layanan cetak stiker label/merek kemasan, terdapat empat klasifikasi yaitu cetak bahan premium (print + laminating + cutting) seharga Rp120 ribu per 120 x 80 cm full color, cetak bahan transparan glossy (print + cutting) seharga Rp90 ribu per 120 x 80 cm full color.

Selanjutnya, lanjut Dewiana, cetak bahan standart (print + cutting) seharga Rp60 ribu per 120 x 80 cm full color dan cetak finising/laminating (doft/glossy) seharga Ro30 ribu  per 120 x 80 cm full color.

Sementara layanan jasa sablon plastik terdapat tiga klasifikasi, yaitu sablon plastik PP/PE 1-5 Kg (1 sisi/1 warna) seharga Rp35 ribu kg dengan order minimal 4 kg, sablon plastik kantong ukuran 35 (1 sisi/1 warna) seharga Rp30 ribu per kg dengan order minimal 4 kg, dan sablon plastik kantong ukuran 35 (1 sisi/2 warna) seharga Rp40 ribu per kg dengan order minimal 4 kg.

Untuk layanan sablon goni, terdapat dua klasifikasi, yaitu sablon goni ukuran 5-25 kg (1 sisi/1 warna) seharga Rp1.000 per pcs dan sablon goni ukuran 50 kg (1 sisi/1 warna) seharga Rp1.200 per pcs. Kedua item ini dapat dicetak dengan order minimal 200 pcs.

Selanjutnya, jasa sablon goodie bag, terdapat dua item yakni sablon goodie bag (1 sisi/1 warna) seharga Rp1.300 pcs dan sablon goodie bag (1 sisi/2 warna) seharga Rp1.500. Kedua item ini dapat dicetak dengan order minimal 50 pcs.

Kemudian, jasa sablon kemasan jadi terdapat dua klasifikasi, yaitu sablon kemasan stand up pounch, gusset dan seal u (1 sisi/1 warna) seharga Rp800 per pcs dan sablon kemasan stand up pounch, gusset dan seal u (1 sisi/2 warna) seharga Rp1.100 per pcs. Kedua item ini dapat dicetak dengan order minimal 100 pcs.

UPTD RKA Disperindag Aceh Dukung Pengembangan Produk Industri Kecil dan Menengah melalui jasa desain dan cetak kemasan
Hasil cetak stiker UPTD RKA Aceh pada produk IKM Aceh.

Sedangkan layanan sablon kemasan kotak terdiri dari sablon kemasan kotak A4/F4 bahan duplek/ivory/karton Tik (1-2 warna) + varnish seharga Rp1.300 per pcs dan sablon kemasan kotak A3+ bahan duplek/ivory/karton tik (1-2 warna) + varnish seharga Rp1.500 per pcs. Kedua item ini dapat dicetak dengan order minimal 100 pcs.

Dikatakan Dewiana, dalam menentukan jenis layanan, para pelaku IKM cukup datang satu kali saja ke UPTD Rumah Kemasan Aceh untuk konsultasi secara offline terkait desain kemasan.

Kemudian, kata Dewiana, UPTD akan melakukan proses percetakan terus menerus sesuai perjanjian. Kemasan yang dicetak selanjutkan akan dikirim ke pelaku IKM di kabupaten/kota, sesuai pesanan.

“Jadi mereka desain dulu, sudah oke, dia pesan order untuk pertama, dia konsultasi dengan kita, selanjutnya tinggal kirim ke kabupaten/kota. Tentunya, setelah proses pembayaran dilakukan via rekening PAD,” ucap Dewiana.

Dewiana menambahkan bahwa pada tahun 2021 tercatat tak kurang dari 225 IKM mencetak kemasan di UPTD Rumah Kemasan Aceh. Ratusan IKM ini menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) senilai Rp64 juta dari target Rp2,5 juta.

“Jadi selain membina masyarakat, kita juga bertugas peningkatan PAD, ini sesuai Qanun Nomor 2 Tahun 2019 Tentang Retribusi dan Perubuhan Qanun No. 2 tahun 2021,” ucap Dewiana. (***)

Comments
Loading...