Unsyiah Memilih Rektor: Pertarungan Samsul Rizal Vs dr Syahrul

JANUARI 2018 mendatang, Unsyiah kembali akan memilih rektor untuk masa jabatan 2018-2022. Hingga saat ini, baru dua kandidat yang menegaskan akan maju dalam kontestasi orang nomor satu di kampus yang dikenal dengan julukan Jantoeng Hatee Rakyat Aceh itu.

Keduanya adalah Prof Samsul Rizal, alumnus Fakultas Teknik Jurusan Mesin, Unsyiah, dan dr Syahrul bekas Direktur RSUZA, dan Direktur RS Meuraksa Banda Aceh. Dengan dua orang yang akan maju sehingga dapat dipastikan, momen empat tahunan Unsyiah kali ini, dapat disebut merupakan ajang pertarungan antar kedua kandidat yang sama-sama memiliki tracrecord kepemimpinan .

Untuk maju dalam kontestan ini, dr Syahrul  sudah mendeklarasikan diri pada, 16 Oktober 2017, di salah satu hotel mewah di Banda Aceh. Dalam deklarasi tersebut, turut hadir sejumlah tokoh politik, dan sejumlah anggota DPR Aceh. Dalam kesempatan deklarasi itu, dr Syahrul menegaskan, dirinya maju dalam bursa pemilihan rektor,  karena ingin menjadikan Unsyiah sebagai kampus kelas dunia.

dr Syahrul, memiliki latar belakang  sebagai dokter yang pernah memimpin dua rumah sakit di Banda Aceh, yakni RS Zainal Abidin, dan RS Meuraksa.  Ia juga pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Unsyiah.  Kemudian pada November 2012, dr Syahrul dilantik oleh Gubernur Zaini Abdullah menjadi Dirut di Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh.

Kemudian pada Januari 2015, dr Syahrul kembali dipercaya memimpin atau sebagai Direktur RS Meuraksa Banda Aceh. Usai mengundurkan diri pada April 2017, muncul persoalan besar di rumah sakit tersebut, yakni masalah utang rumah sakit yang tertunggak hingga Rp49 miliar.

Sementara itu, Prof Samsul Rizal, Rektor saat ini, juga telah meneguhkan komitmennya untuk kembali maju dalam pemilihan. Kepada Popularitas.com, Ia mengungkapkan, pertimbangan utama dirinya maju untuk kedua kalinya sebagai rektor, didasarikan pada upaya pembenahanUnsyiah yang telah dirintisnya selama ini, masih ada yang belum tuntas.

“Cita cita saya menjadikan Unsyiah kampus terbaik di Indonesia belum terwujud 100 persen,” ujarnya kepada media ini.

“Saya bukan politisi,” sambung Samsul Rizal. Sehingga dalam kerja kerja dirinya lebih mengutamakan pencitraan atas apa yang sudah sudah ia kerjakan. Namun suatu hal yang sudah ia lakukan adalah meningkatkan Akreditasi Unsyiah saat ini sudah A atau kategori terbaik, dibandingkan dengan periode sebelumnya yang hanya menyandang status C.

“Saya bekerja, dan tidak banyak bicara,” katanya. Dan masyarakat dapat melihat sendiri seperti apa perkembangan dan kemajuan Unsyiah selama saya pimpin, jelasnya menambahkan.

Sejak Unsyiah dipimpin Rektor Samsul Rizal, memang telah banyak capaian terbaik yang diraih kampus tersebut, diantaranya raihan akreditasi A, urutan rangking 4 terbaik di Indonesia dan menempati urutan ke-600 dalam segi hasil penelitian terbaik.

Berbagai keterbukaan pengelolaan dana kampus juga telah dilakukan Samsul Rizal, diantaranya pembentukan satuan pengawas internal, yang bertugas melakukan pengawasan dan pemantauan pengelolaan dana kampus. Dari sisi SDM, saat ini Unsyiah telah memiliki 450 staf pengajar dengan kualifikasi doktoral. Begitu juga dengan pengembangan dan pembukaan sejumlah jurusan baru.

Dan sejak Unsyiah dipimpin Samsurl Rizal, peningkatan sarana dan prasarana kampus juga mendapatkan support dari pemerintah pusat, diantaranya pembangunan kampus b aru Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Kelautan dan Fakultas MIPA.

“Saya ingin bekerja, dan mendedikasikan diri dan kemampuan yang saya miliki untuk memajukan kampus yang saya cintai ini,” tukasnya.[jam]

OLEH: HENDRO SAKY

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.