Ungkapan Ikhlas berulang cermin tak ikhlas

6 Juli 2022, bertempat di Gedung DPR Aceh, Mendagri Tito Karnavian melantik secara resmi, Mayjen TNI (Purn) Achmad Marzuki sebagai Penjabat Gubernur Aceh. Ia akan memimpin pemerintah daerah ujung barat Sumatra ini untuk satu tahun kedepan.

Usai dilantik, Achmad Marzuki menegaskan, dirinya kembali ke Aceh dengan penuh rasa ikhlas, dan panggilan tugas itu dijalannyakannya dengan penuh tanggungjawab dan keikhlasan. “Saya ikhlas untuk membangun Aceh,” katanya saat itu.

Ungkapan keikhlasan kembali dilontarkan Achmad Marzuki, saat pertemuan dengan Ketua DPR Aceh, Saiful Yahya, di komplek perumahan dinas anggota parlemen itu pada 7 Juli 2022. Lewat pertemuan yang turut dihadiri sejumlah politis lainnya, pria yang sempat menjabat Pangdam Iskandar Muda itu, kembali berucap bahwa dirinya ikhlas untuk membangun Aceh.

Mengutip keterangan anggota DPR Aceh, Tarmizi, dalam pertemuan itu, Achmad Marzuki kembali menegaskan perihal keikhlasan untuk bantu rakyat Aceh, bahkan Ia berujar bahwa, tujuan dirinya ke daerah ini bukan untuk cari harta, tapi berbuat yang terbaik untuk Aceh.

Kata-kata ikhlas kembali dilontarkan Achmad Marzuki saat pertemuan dengan unsur pimpinan media dan perusahaan pers di Aceh, Rabu (13/7/2022) di Pendopo Gubernur Aceh. Dalam sambutannya singkatnya didepan ratusan owner perusahaan media, pria kelahiran 24 Februari 1967 itu kembali menegaskan soal keikhlasannya untuk Aceh.

Ia berujar, sebagai manusia, apa yang dia dapatkan sudah lebih dari cukup, jabatan, harta, dan semuanya hingga berpangkat terakhir bintang dua di institusi TNI sudah tinggi, karena itu dirinya mengaku sudah cukup, dan ke Aceh dengan niat ikhlas dan tulus untuk membangun daerah ini.

Entah kenapa, kata-kata ikhlas kerap dilontarkan Achmad Marzuki, tentu saja hal itu menjadi pertanyaan dan keraguan. Mestikah sebuah keihlasan mesti disampaikan secara terus menerus dan berulang.

Kata ikhlas sendiri, jika diterjemahkan secara sederhana, adalah suatu sikap, atau kerelaan atau perbuatan, yang merelakan sesuatu yang dianggap baik dengan semata-mata mengharapkan pahala, dan ridha Allah subhanawataala.

Yah, konsekuensi ikhlas itu hanya disandarkan pada balasan setimpal dari Allah, sebab itu, seseorang yang benar-benar ikhlas dalam perbuatan, justru tidak ingin orang lain mengetahui apa yang Ia lakukan. Hal itu untuk menghindari riya, ujub, dan perasaan takabur yang justru menghilangkan esensi keikhlasan, dan ganjaran pahala dari Allah. 

Abu al Qasim al Qusyairi mengatakan bahwa orang yang ikhlas adalah yang berkeinginan untuk menegaskan hak-hak Allah SWT dalam setiap perbuatannya. Menurut dia, orang yang ikhlas akan berbuat sesuatu karena Allah, bukan untuk mendapatkan pujian atau sanjungan dari manusia.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ikhlas artinya melakukan sesuatu dengan mengharap ridha Allah semata dan tidak mengiringinya dengan pengharapan terhadap ridha dari selain Allah. 

Sejatinya, ikhlas tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, karena ikhlas datangnya dari hati. Hanya Allah dan umat-Nya lah yang mengetahui keikhlasan tersebut.

Ya, sekali lagi ditegaskan bahwa, ikhlas itu bukan ungkapan kata-kata, dan tidak bisa diungkapkan lewat kata-kata, sebab, sesuatu yang datang dari hati, tidak mesti selalu diucapkan lewat kata-kata, sekali, dua kali, dan bahkan terus berulang di ucapkan.

Nah, untuk melihat bukti keikhlasan yang diucapkan Achmad Marzuki, lihatlah dengan siapa dia berteman, dengan siapa dia bekerja, dan siapa-siapa yang Ia tempatkan untuk membantunya mewujudkan ungkapan keikhlasan itu.

Nah, jika tim yang membantunya mewujudkan keikhlasan membangun Aceh adalah profil orang-orang yang punya integritas moral yang kuat, maka, sepatutnya semua pihak harus mendukung dan percaya tentang niat ikhlas yang dikatakan Pj Gubernur Aceh tersebut. Selamat bekerja dengan penuh rasa ikhlas. (**EDITORIAL)

Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong – Disperindag Aceh
Comments
Loading...