News

Tim Kampanye Bantah Trump Lakukan Pelecehan Seksual pada 1997

Mahkamah Agung Amerika Serikat putuskan Donald Trump boleh ikut Pemilu
Donald Trump berbicara dalam sebuah kesempatan di Washington, Amerika Serikat (7/2/2019). ANTARA/REUTERS/Kevin Lamarque/aa.

POPULARITAS.COM – Tim kampanye petahana Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (17/9/2020) membantah berita yang diterbitkan The Guardian soal dugaan pelecehan seksual oleh Trump pada 1997.

Harian dan laman media asal Inggris itu mewawancarai seorang eks model bernama Amy Dorris, yang menyebut Trump melakukan pelecehan seksual dan menggerayangi bagian tubuhnya saat keduanya bertemu pada turnamen tenis U.S Open 1997.

Dorris mengatakan Trump melakukan pelecehan itu di luar kamar mandi dalam ruangan VIP. Saat itu, Dorris berusia 24 tahun.

“Dia memaksa mencium saya dan saya dorong dia (Trump, red). Tapi saat itu, dia makin kuat memegang saya dan tangannya menggerayangi bokong saya, payudara, punggung, seluruhnya,” kata Dorris, menceritakan pelecehan yang ia alami sebagaimana dikutip dari The Guardian.

Namun, tim kampanye presiden mengatakan tuduhan itu tidak benar.

“Seluruh tuduhan itu tidak benar. Kami akan menempuh jalur hukum untuk memaksa The Guardian bertanggung jawab atas pemberitaannya yang salah dan cerita yang tidak berdasarkan bukti,” kata penasihat hukum tim kampanye Trump, Jenna Ellis.

Sejauh ini, upaya menghubungi Dorris untuk meminta klarifikasi atas pengakuannya kepada The Guardian belum berhasil.

The Guardian, melalui pernyataan yang dikirim via surat elektronik, menyatakan pihaknya mempertahankan berita tersebut.

Harian itu juga menerbitkan sejumlah foto yang menunjukkan Dorris berada di ruangan yang sama dengan Trump.

The Guardian menambahkan pihaknya juga mewawancarai beberapa sumber lain, yang disebutkan dalam kesaksian Dorris terkait insiden itu.

The Guardian menerangkan ada enam foto yang diberikan Dorris. Foto-foto itu menunjukkan Trump dan Dorris sedang bersama-sama serta tiket pertandingan tenis pada hari korban mengalami pelecehan.

Trump telah menghadapi banyak tuduhan pelecehan seksual selama menjabat sebagai presiden.

Tak lama sebelum pemilihan presiden November 2016, video rekaman “Access Hollywood” pada 2005 menunjukkan bawa ia sesumbar menggerayangi sejumlah perempuan. Setelah rekaman itu terungkap ke publik, Trump menyebut pernyataannya itu sekedar “obrolan sesama laki-laki” dan ia pun meminta maaf.

Dorris, ibu yang memiliki anak kembar, saat diwawancarai The Guardian mengatakan ia berniat menyampaikan kesaksiannya pada 2016, tetapi ia urung karena khawatir soal keselamatan keluarganya.

“Saat ini, anak-anak perempuan saya akan berumur 13 tahun dan saya ingin mereka tahu bahwa kalian tidak boleh membiarkan siapa pun melakukan hal-hal yang tidak kalian inginkan,” kata Dorris.[acl]

Sumber: Reuters/ Antara

Shares: