Tiga Kabupaten Jadi Pilot Project Komoditi Unggulan di Aceh

BANDA ACEH – Tiga kabupaten di Aceh akan menjadi daerah pilot project untuk pengembangan produk unggunan pertanian di Aceh. Kabupaten tersebut adalah Pidie Jaya, Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Proyek ini merupakan dukungan dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementrian Pertanian RI melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh. Rencananya melalui program ini masing-masing kabupaten mendapat lahan seluas 100 hektare.

Lahan tersebut akan dijadikan kawasan pilot project komoditi kopi arabika dan kakaou pada tahun 2018 mendatang. Bener Meriah dan Aceh Tengah komoditi kopi arabika, sedangkan Pidie Jaya ditanam kakaou.

Kepala Bidang Pembenihan, Produksi dan Perlindungan Perkebunan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia mengatakan, kesepakatan mengenai pembangunan kawasan perkebunan yang menjadi pilot project ini telah disepakati antar semua pihak.

“Dalam pilot project ini, pihak kementrian dan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh akan mendukung fasilitas pembiayaan dan pendampingan. Sementara pihak kabupaten akan menyediakan kebutuhan lahan, dan petani kelompok penggarap untuk pelaksanaan kegiatan,” kata Azanuddin Kurnia, Minggu, (12/11/2017).

Azan menyebutkan tujuan penting dari pelaksanaan pilot project ini adalah untuk mengintegrasikan pola pengembangan kawasan. Agar terpadu dan terintegrasi melalui proses penyiapan lahan, proses produksi dan mutu.

Selain itu, sebutnya akan mengintegrasikan pilot project ini dengan pengembangan ternak dan kepariwisataan. “Saat ini proses verfikasi dan penyiapan proposal sudah dilakukan, ditargetkan tahun depan, pilot project ini dapat direalisasikan,” tutupnya.[acl]

PENULIS : HENDRO SAKY

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.