Tiga Desa di Aceh Selatan Dikepung Banjir

POPULARITAS.COM – Tiga desa di Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan dikepung banjir bandang akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah itu sejak Sabtu (3/3/2018), namun tidak ada korban jiwa pada musibah tersebut.

Bustami, salah seorang warga saat dihubungi dari Tapaktuan, Minggu menyebutkan, tiga desa yang dikepung banjir dengan ketinggian 70 Cm hingga 1 meter itu Lawecimanok, Lawesawah dan Lawebulohdidi.

“Tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir di wilayah pedalaman Kluet Timur yang berjarak sekitar 60-an Km sebelah timur dari Kota Tapaktuan tersebut, namun kerugian yang dialami warga mencapai ratusan juta rupiah,” ujar dia seperti dilansir Antara Aceh.

Banjir luapan ini selain sempat merendam puluhan rumah warga setempat, juga merusak ratusan hektare areal persawahan milik masyarakat di tiga desa tersebut karena terendam banjir setinggi 50 – 80 cm.

Menurut keterangan warga, banjir yang melanda perkampungan di Kluet Timur itu, disebabkan luapan air sungai dan rembesan air dari pegunungan yang ada di sekitar perkampungan mereka.

Namun pada Minggu siang kondisi banjir yang sebelumnya merendam puluhan rumah warga di tiga desa tersebut dilaporkan sudah mulai surut, sehingga warga setempat sudah dapat kembali ke rumahnya masing-masing sambil membersihkan sisa lumpur.

“Kami belum tahu bagaimana kondisi padi nantinya setelah terendam banjir, sebab airnya belum surut melainkan masih menggenang, kecuali di rumah-rumah warga yang sudah mulai surut airnya,” kata Bustami.

Dilaporkan, genangan banjir yang terparah yakni pada lintasan jalan kabupaten Lawecimanok – Lawebulohdidi, tepatnya pada kawasan Kampung Ronding (perbatasan desa Lawecimanok – Lawesawah) karena terendam dengan ketinggian air mencapai 1 meter lebih.

Akibatnya, mobilitas warga antar ketiga pemukiman penduduk tersebut lumpuh total sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi. Demikian pula dengan aktivitas perekonomian warga juga mengalami gangguan cukup signifikan.

Tokoh masyarakat Lawecimanok Rasyidin, Ama Pd mengatakan, peristiwa banjir luapan kali ini merupakan kejadian yang kedua terparah dalam setahun terakhir dengan ketinggian air mencapai 1 meter lebih pada kawasan tertentu.

“Dibanding dengan banjir yang pernah terjadi sebelumnya, kali ini termasuk terparah dalam setahun terakhir,” katanya.

Namun pernyataan berbeda justru dilontarkan Kepala BPBD Aceh Selatan, Cut Syazalisma kepada wartawan di Tapaktuan, Minggu (4/3/2018). Dia mengatakan, banjir yang terjadi di sejumlah pemukiman di Kluet Timur, tidak terlalu mengkhawatirkan
karena hanya genangan pada lintasan badan jalan dan persawahan.

“Namun demikian, kita tetap bersiaga dan melihat kondisi di lapangan,” katanya.[acl]

-ads-

-ads-

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.