Suplai air akan terhenti di delapan kecamatan di Pidie

Petani diharap beralih komoditas

POPULARITAS.COM – Rekanan pelaksana proyek rehabilitasi jaringan Irigasi D.I. Baro Raya di Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie akan segera melaksanakan pekerjaan kontruksi tersebut.

Penelusuran popularitas.com, paket berjudul “Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Baro Raya (12.194 Ha) di Kabupaten Pidie” dengan anggaran bersumber APBN 2022, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan Satuan kerja SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaat Air Sumatera I Provinsi Aceh itu dikerjakan oleh CV. Fariz Dua dengan nilai kontrak Rp 7.920.000.000 dari dasar HPS Rp 9.900.000.000.

Disebabkan jaringan irigasi D.I Baro Raya akan dilakukan rehabilitasi, praktis proses pengairan air ke 12.194 hektare lahan sawah yang kini telah memasuki masa tanam padi musim gadu akan terputus selama proyek tersebut dikerjakan.

Diketahui, untuk wilayah Kabupaten Pidie sendiri, saat ini telah memasuki musim tanam gadu.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie, Hasbalah menyebutkan, pihaknya telah menerima tembusan surat pemberitahuan tentang pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi jaringan Irigasi D.I Baro Raya pada Selasa, 10 Mei 2022.

Bahkan pihaknya sudah menyurati Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan-kecamatan tersebut perihal adanya pelaksanaan proyek itu untuk dapat mengatur jadwal tanam, pemberian air dan penutupan sementara pintu air dengan maksud kelancaran pelaksanaan pekerjaan.

“Karena ada Jaringan Irigasi Keumala atau D.I Baro Raya akan direhabilitasi oleh Balai, maka akan berdampak pada suplai air ke 12.194 hektar lahan sawah di delapan kecamatan akan terhenti sementara selama proyek tersebut dikerjakan,” kata Hasbalah.

Areal-areal persawahan yang akan terputus sementara pasokan air dari D.I Baro Raya itu meliputi Kecamatan Keumala, Sakti, sebagian Kecamatan Titeu, Mutiara, Peukan Baro, Kembang Tanjong, Simpang Tiga dan sebagian Kecamatan Mutiara Timur.

Kedelapan wilayah tersebut pasokan airnya untuk areal persawahan selama ini bersumber jaringan Lueng Bintang D.I Baro Raya.

Kendati tidak dapat menggarap lahan sawah untuk sektor tanaman padi musim gadu, dia menyarankan petani di daerah tersebut untuk tetap memaksimal lahan produktif tersebut untuk tanaman-tanaman penghasil lain.

“Petani di wilayah tersebut harus beralih ke komoditi lain, karena wilayah tersebut nanti akan kering akibat pasokan air yang terputus selama proyek tersebut berjalan,” ungkapnya.

Comments
Loading...