Simeulue surplus beras hingga 5.000 ton

POPULARITAS.COM – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Simeulue, Aceh, menyatakan kabupaten kepulauan tersebut mengalami surplus beras mencapai 5.000 ton setiap tahunnya.

“Kabupaten Simeulue mengalami surplus beras mencapai 5.000 ton terjadi sejak dua tahun terakhir,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Simeulue Samsuar di Simeulue, Jumat (20/5/2022).

Samsuar mengatakan produksi padi di Kabupaten Simeulue mencapai 39 ribu ton per tahun dengan produktivitas berkisar empat hingga enam ton per hektare per tahun.

Sedangkan luas persawahan di kabupaten kepulauan di Samudra Hindia tersebut mencapai 10 ribu hektare. Sedangkan yang terpakai atau digarap hanya 6.500 hektare. Selebihnya, belum digarap secara maksimal.

Menurut Samsuar, surplusnya beras di Kabupaten Simeulue berkat program “kumasa Sebbel khumaha heba” yang digagas Bupati Simeulue Erli Hasim untuk meningkatkan produksi padi guna mewujudkan ketahanan pangan di kabupaten tersebut.

“Program ini mampu meningkatkan produktivitas lahan. Dulunya, areal persawahan yang digarap hanya 3,500 hektare. Namun, dengan program tersebut meningkat menjadi 6.500 hektare,” kata Samsuar.

Menurut Samsuar, bertambah luasnya lahan produktif tersebut, tentu meningkatkan hasil produksi, sehingga berdampak pada kesejahteraan petani maupun masyarakat Kabupaten Simeulue.

Samsuar mengatakan surplus atau kelebihan produksi tersebut menjadikan Kabupaten Simeulue sebagai pemasok beras di Provinsi Aceh. Bahkan, beras petani Simeulue mampu merambah pasar di luar provinsi tersebut.

“Selain dijual di berbagai kabupaten kota di Aceh, beras petani dari Kabupaten Simeulue juga dipasarkan ke wilayah Sumatra Utara dan sekitarnya,” kata Samsuar.

Kabupaten Simeulue merupakan wilayah kepulauan terluar di Provinsi Aceh. Pulau Simeulue berada di Samudra Hindia yang jaraknya sekitar 180 mil laut dari pesisir barat Pulau Sumatra.

Kabupaten Simeulue merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat sejak tahun 1999. Kabupaten Simeulue memiliki 10 kecamatan dengan 138 gampong atau desa yang dihuni sekitar 80 ribuan jiwa. (ANT)

Comments
Loading...