Seratusan sapi di Aceh Utara terindikasi virus PMK

POPULARITAS.COM Penyakit mulut dan kuku (PMK) kini mulai mewabah di Aceh, seperti Kabupaten Aceh Tamiang hingga meluas ke Aceh Utara.

Di Aceh Utara, saat ini tercatat sebanyak 139 ekor sapi terindikasi PMK. Terbanyak ditemukan di Kecamatan Lhoksukon, yakni 73 ekor sapi, Kuta Makmur 21 sapi, sisanya beberapa sapi tersebar di sejumlah kecamatan di lainnya.

Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Aceh Utara, Lilis Indriansyah mengatakan, untuk mengantisipasi penyebaran PMK pada hewan ternak lain, ratusan sapi yang terindikasi itu dikarantina di masing-masing lokasi ternak dan juga sudah diberikan vaksin dan vitamin.

“Kemarin petugas dari Balai Veteriner Medan sudah mengambil sampel untuk diuji laboratorium, hasil positif atau negatif akan keluar dalam sepekan ke depan,” kata Lilis Indriansyah, Rabu (18/5/2022).

Lilis menambahkan saat ini  petugas dinas dan pihak kepolisian terus melakukan sosialisasi terhadap masyarakat agar dapat mengantisipasi penyebaran penyakit PMK ke daerah lain.

“Kita berharap agar peternak bisa menjaga kebersihan kandang ternak. Segera memisahkan hewan yang mendapat gejala terindikasi virus PMK dengan sapi lainnya, dan kita berharap agar peternak segera melapor ke dinas agar segera ditangani,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan  Aceh Utara, juga menutup Pasar Hewan di Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, kabupaten setempat, sejak 16 Mei 2022.

Upaya itu diambil sebagai langkah antisipasi. Sebab, dugaan sementara menunjukan 88 sapi di Kabupaten Aceh Utara terinfeksi penyakit mematikan itu. Semua dokter hewan dikerahkan untuk penanganan penyakit PMK.

“Sementara hanya ini sudah kita lakukan. Untuk stok vaksin dan vitamin kita cukup Tadi saya baru rapat dengan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, kementerian juga mendistribusikan vaksin tambahan dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Comments
Loading...