‘Semangat Warga dan Petugas Selamatkan Paus Bagian Kearifan Lokal’

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi kepada warga Aceh yang bahu-membahu membantu menyelamatkan sejumlah ikan paus yang terdampar di Pantai Durung, Gampong Durung, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin mengatakan bahwa semangat warga tersebut merupakan kearifan lokal yang patut dipertahankan dalam menjaga dan melindungi ekosistem dan lingkungan, terutama dalam memelihara habitat hewan yang dilindungi.

“Masyarakat dan sejumlah pakar ikut bekerja keras dalam menyelamatkan paus yang terdampar tanpa mengenal pamrih, ini patut diapresiasi,” ujar Mulyadi Nurdin, Lc, MH, Selasa (14/11/2017).

Mulyadi Nurdin menyebutkan, upaya penyelematan yang dilakukan oleh relawan dan masyarakat setempat setidaknya berhasil menyelamatkan enam dari sepuluh paus yang terdampar di pantai tersebut. Sedangkan empat lainnya tidak berhasil diselamatkan karena diduga sakit.

“Meskipun setelah dilakukan berbagai upaya untuk menyelamatkannya, beberapa ekor ikan paus itu mati, namun heroisme masyarakat bersama relawan untuk menolong sangat layak mendapatkan apresiasi,” ujar Mulyadi Nurdin.

Mulyadi Nurdin menambahkan bahwa Paus Sperma itu merupakan makhluk/satwa yang dilindungi berdasarkan PP No 7 Tahun 1999 tentang Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, penangkapan paus untuk dimanfaatkan dagingnya, baik dalam keadaan hidup maupun mati serta dalam bentuk bagian-bagiannya, sama sekali tidak diperbolehkan.

Empat paus yang mati tersebut telah dikuburkan di lokasi tersebut. Proses penguburannya membutuhkan waktu, karena harus terlebih dahulu menggali tanah lebih 5 meter ke dalamannya menggunakan alat berat. Penguburannya baru selesai dikerjakan pada pukul 21.00 WIB tadi malam.[acl]

-ads-

-ads-

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.