Seluruh Dunia ‘Kandangkan’ Boeing 737 Max8

Infografis Boeing Max8 | Bumoe.id

BANDA ACEH (popularitas.com) – Pasca jatuhnya Boeing 737 MAX8 Ethiopian Airlines ET 302, Minggu (10/03/2019), akhirnya seluruh maskapai dunia mengandangkan (grounded) Boeing 737 MAX8, sampai penyidikan jatuhnya ET302 disimpulkan penyebabnya. Negara pertama menggrounded MAX 8 adalah China, disusul Ethiopia, Indonesia dan terakhir Amerika Serikat.

Presiden Donald Trump langsung mengumumkan perintah darurat, untuk menggrounded armada Boeing 737 MaX8, bahkan MAX9. Apalagi sebelumnya, Boeing 737 MAX 8 milik Lion Air JT610, juga jatuh dengan kejadian hampir serupa : air speed tak stabil, hidung menghujam tanah da nada saksi melihat kebakaran di bagian vertical stabilizer ekor (rudder).

“Kami akan mengeluarkan perintah darurat … untuk menghentikan semua penerbangan Boeing 737 Max 8 dan 737 Max 9,” kata Trump di Gedung Putih, kemarin.

Badan keselamatan penerbangan AS, FAA langsung menindak lanjuti dengan meminta semua pesawat Boeing 737 MAX yang sedang terbang untuk segera mendarat. FAA menyebut selain dua kejadian Ethiopian dan Lion Air dalam masa 6 bulan, ada juga kesaksian pilot yang mendapat gangguan air speed dan kasus hidung menghujam turun mendadak, termasuk kesaksian dua piulot American Airlines. Memang keduanya berhasil menyelamtkan penerbangan dnegan merubah auto pilot secepatnya. Namun hal itu dianggap insiden buruk yang sangat membahayakan.

CEO Boeing, Dennis Muilenburg, mengaku ini peristiwa buruk bagi Boeing. Namun ia membela diri dnegan mengatakan selama ini Boeing MAX 8 telah terbang ribuan jam tanpa masalah. “Namun kita percaya pada hasil penyidikan epenyebab jatuhnya MAX 8, dan perusahaan akan bekerja sama untuk memperbaiki masalah pada MAX 8 dan 9,” uajrnya.

Trump mengatakan Boeing adalah perusahaan yang hebat, pegawainya bekerja keras untuk memperbaiki masalah. “Mudah-mudahan hasil penyidikan akan memberi hasil segera, untuk diperbaiki. Tapi sebelum itu, smeua MAX8 dan 9 harus di grounded!” tegasnya.

Keputusan Presiden AS itu menyusul pemerintah Kanada , yang beberapa jam sebelumnya juga memutuskan untuk menggrounded semua armada Boeing 737 MAX 8 mereka. Sehari sebelumnya, usai China, Uni Eropa, Aurtralia, India, termasuk Indonesia melakukan perintah larangan terbang bagi MAX 8.

Pemerintah Inggris bahkan Selasa (12/03/2019) secara dramatis menolak dua pesawat Turkish Airlines Boeing 737 MAX menuju Gatwick dan Birmingham untuk mendarat di sana. Akhirnya pesawat Turki itu harus berbalik di udara dan kembali ke Istanbul.

American Airlines mengatakan timnya bekerja untuk memesan ulang pelanggan karena akan terbang Norwegian Air Shuttles milik Norwegia bahkan mengaku akan meminta kompensasi ganti rugi dari Boeing, setelah maskapai low cost airlines itu menggrounded armada 737 MAX 8 miliknya. “Ini pesawat baru dan kami memiliki beban keuangan yang berat dengan menggroundednya. Kami piker Boeing harus menagggulanginya,” ujar Tonje Naess, jubir Norwegia Air Shuttle.

Ini tentu pukulan telak bagi pabrikan Boeing. Kecelakaan fatal Boeing 737 Max 8 Ethiopian Airlines ET 302 yang menyebabkan tewasnya 157 penumpang, dan kejadian lima bulan sebelumnya yang lebih fatal, saat JT610 Lion Air jatuh di perairan Karawang menewaskan 189 penumpangnya, Oktober 2018 lalu.

Dalam rilis Senin malam, pabrikan Boeing mengaku mereka telah membuat pembaruan di bagian bermasalah sejak kejadian Lion Air crash.”Selama beberapa bulan terakhir dan setelah Lion Air Flight 610 jatuh, Boeing telah mengembangkan peningkatan perangkat lunak kontrol penerbangan untuk 737 MAX, yang dirancang untuk membuat pesawat yang sudah aman menjadi lebih aman,” kata pernyataan itu. Apakah ini akanmenjadi akhir pabrikan Boeing, atau minimal MAX8? Dan pabrikan Airbus Eropa akan melenggang bebas sendiri di pasar pesawat komersial? Kita tunggu saja.*

Sumber: Bumoe.id

Get real time updates directly on you device, subscribe now.