Selamat Bekerja Makmur Budiman

KAMAR Dagang dan Industri Indonesia atau disingkat KADIN Indonesia adalah organisasi pengusaha Indonesia yang bergerak di bidang perekonomian. Organisasi ini didirikan pada 24 September 1968, dan diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 Tentang Kamar Dagang dan Industri.

Adanya UU tersendiri yang mengatur tentang keberadaan organisasi ini, membuat institusi Kadin istimewa. Diharapkan Kadin dapat memiliki peranan besar dalam visinya ikut serta memajukan perekonomian bangsa. Itulah mengapa organisasi Kadin ini memiliki posisi strategis.

Kadin Aceh, sebagai satu kesatuan struktur Kadin Indonesia, mengalami fase kemunduran dalam kurun lebih dari satu dekade terakhir. Hal ini tidak lepas dari faktor kepemimpinan yang kurang memberikan andil bagi daerah menjadi mitra strategis pemerintah.

Padahal dalam Pasal 6 UU Nomor 1 Tahun 1987 Tentang Kadin telah disebutkan, bahwa kamar dagang dan industri merupakan wadah komunikasi, dan konsultasi antar pengusaha Indonesia dan antara pengusaha Indonesia dan pemerintah mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah perdagangan, perindustrian dan jasa.

Dan Allhamdulillah, fase kecerahan keberadaan organisasi ini dalam perannya menjadi mitra strategis pemerintah mulai tampak. Setidaknya sejak Makmur Budiman, SE ditetapkan sebagai Ketua umum Kadin Aceh periode 2019-2024 pada Muprov ke-IV organisasi itu beberapa waktu lalu.

Antusiasme dan ekspektasi pengusaha yang tergabung dalam organisasi tersebut, terlihat dengan begitu semangatnya mengikuti seluruh proses dan tahapan musyawarah. Para pengusaha nasional juga terlihat banyak yang hadir ke Aceh saat pengukuhan Makmur Budiman.

Kini, estafet kepemimpinan Kadin Aceh telah dipegang oleh Makmur Budiman. Sosok pengusaha bertangan dingin ini, diharapkan mampu menunjukkan kepemimpinannya membawa organisasi itu berperan dalam tugas pokok dan fungsinya sesuai amanat undang-undang.

Mengutip pernyataan Sanusi Hasyim, salah satu General Manager di PT Waskita Karya, Ia menilai sosok pengusaha Aceh memiliki visi untuk membangun kemandirian ekonomi Aceh kedepannya.

Menurut Sanusi, Ia menerangkan, dalam kapasitasnya sebagai pihak Waskita Karya, yang pernah beberapa kali berkomunikasi dengan yang bersangkutan, sosok Makmur Budiman kerap mengemukakan keresahannya soal ketergantungan Aceh dalam hal komoditi, seperti telur, dan lainnya dengan provinsi Sumatera Utara. Beliau sangat berkeinginan memutus ketergantungan tersebut.

Sebab itu, ungkap Sanusi, beberapa tahun terakhir, Makmur kerap menyampaikan visinya untuk memandirikan produksi komoditi di Aceh, lewat penguatan sektor UMKM dan juga industri kecil.

Nah, dengan kapasitasnya yang memiliki jaringan luas di kancah nasional dan juga networking dengan pengusaha besar, tentu keinginan beliau tersebut dapat diwujudkan jika bersinergi dengan Pemerintah Aceh.

“Saya melihat visi beliau ingin memandirikan ekonomi Aceh, jadi dia sosok yang tepat menjadi ketua Kadin,” sebut Sanusi.

Lagipula, kata Sanusi, dirinya percaya bahwa keinginan Makmur Budiman mendedikasikan diri di Kadin, lebih pada pertimbangan untuk mengabdi bagi Aceh. Sebab yang dia lihat beberapa tahun ini, secara bisnis, yang bersangkutan sudah lebih banyak menyerahkan urusan tersebut pada generasinya. “Saya menangkap, di usianya saat ini, Ia ingin benar benar mengabdikan diri untuk Aceh,” ungkapnya.

Harapan serupa juga disampaikan oleh Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof Samsul Rizal. Ia mengatakan, dengan telah telah ditetapkanya Makmur Budiman sebagai Ketua Kadin Aceh, dirinya berharap organisasi tersebut dapat melakukan konsolidasi seluruh pengusaha Aceh yang bernaung di dalamnya, guna mendorong sektor investasi.

“Kadin Aceh juga kita harapkan, dapat membangun komunikasi dan kerjasama dengan seluruh pihak, guna memajukan provinsi ini di bidang perdagangan, jasa dan industri,” tambahnya.

Yang terpenting, sebut Rektor, Kadin Aceh harus mampu berperan dalam memfasilitasi pengusaha nasional untuk bermitra dengan pengusaha lokal, guna secara bersama menumbukan iklim berusaha di berbagi lini. “Seperti industri perkebunan, pertanian, dan sektor lainnya yang memberikan nilai tambah atas komoditi yang ada di provinsi ujung pulau Sumatera ini,” imbuhnya.

Pandangan Sanusi dan harapan Rektor Unsyiah tersebut, tentu mewakili seluruh ekspektasi kalangan pengusaha dan juga para pelaku UKM dan IKM Aceh terhadap kepemimpinan Makmur Budiman di Kadin Aceh.

Dan tentu, kita semua percaya, di tangan dingin Makmur Budiman, organisasi Kadin Aceh akan memperlihatkan tajinya dalam upaya mewujudkan visi dan misi sebagai organisasi pengusaha di provinsi ini. Selamat bekerja pak Makmur Budiman. (RED)

Anda mungkin juga berminat