Saiful Mahdi Tetap Pertahankan Sikap Kritis Usai Bebas dari Penjara

POPULARITAS.COM – Dosen Universitas Syiah Kuala (USK), Saiful Mahdi menyatakan bahwa dirinya akan tetap sebagai muslim dan manusia pancasila, meski telah mendapatkan amnesti terkait UU ITE yang menjeratnya gara-gara mengkritik kampus.

“Sebagai muslim, sebagai manusia pancasila, kita tahu semua tugas kita. Sebagai muslim itu ditegaskan bahwa umat yang terbaik itu adalah umat yang diciptakan Allah untuk menganjurkan amar makruf dan mencegah nahi mungkar,” katanya, Rabu (13/10/2021).

Baca: Saiful Mahdi Resmi Dibebaskan dari Penjara Usai Dapat Amnesti

Saiful Mahdi yakin masih banyak sekali di zaman sekarang ini yang melakukan amar makruf, tetapi tidak berani melakukan pencegahan nahi mungkar.

“Kita perlu banyak orang yang berani dan mau mencegah nahi mungkar. Karena itulah umat terbaik menurut kita yang beragama Islam. Saya yakin agama lain juga memiliki pandangan yang demikian,” ujar Saiful Mahdi.

Pancasila sendiri, kata Saiful Mahdi, jelas mengaturkan soal itu. Di dalam sila-sila, sangat jelas menunjukkan nilai-nilai yang harus diusung tinggi-tinggi sebagai Muslim dan sebagai warga negara.

“Saya sering mengatakan pada mahasiswa saya bahwa amar makruf nahi mungkar itu memang ada dalam darah kita, tidak bisa tidak, saya sebagai akademisi, sebagai muslim, sebagai manusia pancasila, saya ingin terus menjadi bagian umat terbaik,” ucapnya.

Sebelumnya, dosen Universitas Syiah Kuala (USK), Saiful Mahdi dinyatakan bebas setelah Presiden Jokowi menandatangani Keppres Amnesti. Dosen Fakultas MIPA ini dijemput keluarga dan tim advokasi di LP Kelas II A Banda Aceh, Rabu (13/10/2021) sore.

“Syukur Alhamdulillah saya bebas hari ini, terima kasih untuk semuanya, untuk teman-teman koalisi yang telah mendukung sehingga amnesti ini, kepada teman-teman media, teman teman jurnalis khususnya,” kata Saiful Mahdi.

Editor: dani

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.