Rektor Universitas Syiah Kuala Lantik Sembilan Wakil Dekan

POPULARITAS.COM – Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng melantik sembilan wakil dekan pada tiga fakultas berbeda yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Gedung AAC Dayan Dawood, Rabu (5/5/2021).

Mereka yang dilantik adalah Dr. Faisal, S.E., M.Si, MA sebagai Wakil Dekan I FEB, Murkhana, S.E, MBA sebagai Wakil Dekan II FEB, dan Dr. Abdul Jamal, S.E,.M.Si sebagai Wakil Dekan III FEB.

Selanjutnya Dr. Ilyas, S.H., M.Hum sebagai Wakil Dekan I FH, Dr. Sri Walny Rahayu, S.H.,M.Hum sebagai Wakil II FH dan Syamsul Bahri, SHI., MA sebagai Wakil Dekan III FH. Lalu Dr. Sanusi, S.Pd., M.i sebagai Wakil Dekan I FKIP, Dr. Amiruddin, S.Pd, M.Si sebagai Wakil Dekan II FKIP dan Drs. Abu Bakar, M.Si sebagai Wakil Dekan III FKIP.

Dalam sambutannya, Prof Samsul mengucapkan selamat kepada sembilan Wakil Dekan ini dalam menjalankan amanah barunya. Ia mengingatkan, meskipun para wakil dekan ini berada pada posisi yang berbeda, namun pada hakikatnya mereka menjalankan fungsi yang sama yaitu memberikan pelayanan khususnya kepada mahasiswa.

Prof Samsul menilai, tanpa mahasiswa maka kampus ini tidak akan berdiri. Karena itulah, USK terus berupaya memberikan pelayanan yang optimal bagi mahasiswa, sehingga mereka bisa lulus dengan baik dan bekerja sesuai bidangnya.

Hal ini juga sejalan tujuan USK untuk bertransformasi dari Perguruan Tinggi Badan Layanan Umum (BLU) menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTN BH). Menurutnya, transformasi tersebut bertujuan untuk membangun kepercayaan (trust) perguruan tinggi kepada masyarakat dan dunia.

“Dengan kepercayaan tersebut, seluruh stakeholder dan masyarakat yakin pada kampus ini. Dengan itu, maka anak-anak kita akan mudah untuk mendapatkan pekerjaan, mudah untuk diberikan kepercayaan bagi masyarakat,” ucap Prof Samsul.

Selain pelayanan, Prof Samsul juga mengingatkan para wakil dekan ini untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Menurutnya, proses pembelajaran sekarang harus mengikuti perkembangan Revolusi Industri 4.0 dan pandemi Covid-19. Untuk itulah, USK harus melakukan penyesuaian kurikulum terhadap hal tersebut.

Prof Samsul juga mengungkapkan, ketiga fakultas ini harus berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat khususnya Aceh. FEB harus menjadi ujung tombak pembangunan yaitu bagaimana mengembangkan bisnis di Aceh.

Begitu pula FKIP yang sangat berperan penting untuk meningkatkan mutu pendidikan di Aceh yang hari ini kualitasnya masih di bawah Maluku dan Papua. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, mengingat Aceh punya APBD yang sangat besar.

Selain itu, kepastian hukum di negara ini juga sangat memprihatinkan. Padahal hal tersebut sangat penting dalam menjaga stabilitas negara dan proses pembangunan. Untuk itulah, FH harus berupaya mendidik mahasiswanya agar menjadi pribadi yang berintegritas.

“Maka ajarkan anak kita dengan baik sebab mereka akan menjadi hakim, jaksa atau pemimpin lainnya. Karena negara kita akan baik, apabila hukum ditegakkan, apabila guru menjadi ujung tombak pendidikan, dan kita punya ketahanan ekonomi yang kuat,” pungkas Prof Samsul.

Laporan : Muhamad Fadhil
Editor     : Hendro Saky

-ads-

-ads-
Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.