Petra: Aceh Selatan Tidak Serius Tanggulangi Bencana

POPULARITAS.COM – Pemuda Trumon Raya (Petra) menilai Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan tidak serius menanggulangi bencana alam banjir akibat meluapnya Sungai Gelombang yang setiap tahun terjadi di kawasan mereka.

Ketua Petra, Adi Samridha di Tapaktuan, Minggu menyatakan, Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra pada saat kampanye Pilkada 2013 pernah berjanji akan membangun kanal di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) di Kecamatan Trumon Raya, tapi belum juga terealisasi.

“Langkah yang telah dilakukan Pemkab Aceh Selatan bersama Pemerintah Aceh sejauh ini baru hanya sebatas menetapkan kawasan Trumon Raya sebagai kawasan siaga banjir. Namun program tersebut hanya sebatas seremonial belaka tanpa ada aksi nyata di lapangan,” katanya.

Menurutnya, dampak bencana banjir yang saban tahun terjadi di Trumon Raya tidak hanya merendam ribuan rumah penduduk dan badan jalan negara hingga melumpuhkan transportasi antar provinsi lintasan Tapaktuan (Aceh Selatan) – Medan, Sumatera Utara.

Tapi juga turut merendam ratusan hektare lahan perkebunan dan pertanian milik masyarakat termasuk lahan perkebunan sawit milik beberapa perusahaan yang ada di kawasan itu.

“Kami memperkirakan kerugian yang dialami masyarakat dalam musibah bencana banjir beberapa waktu lalu mencapai puluhan miliar rupiah. Karena banjir tidak hanya merendam rumah penduduk tapi juga mengakibatkan ratusan hektare lahan perkebunan sawit dan jagung serta tanaman lainnya gagal panen tahun ini akibat terendam banjir,” ungkap Adi Samridha.

Selain itu, kata dia, kerugian besar juga dialami masyarakat beberapa kabupaten/kota di pantai barat selatan Aceh akibat lumpuhnya transportasi dari Tapaktuan menuju Medan, Sumatera Utara maupun sebaliknya selama dua hari dua malam sejak Rabu hingga Kamis (6-7/12), akibat badan jalan negara di kawasan Jembatan Ie Mirah, Gampong Ladang Rimba, Trumon Tengah terendam banjir setinggi 2 meter lebih.

Padahal, lanjutnya, kerugian yang dialami masyarakat dampak dari bencana banjir yang saban tahun terjadi di Trumon Raya yang mencapai puluhan miliar tersebut tidak sebanding dengan alokasi anggaran yang akan dikucurkan oleh pemerintah untuk pembangunan kanal di sepanjang bantaran sungai dikawasan itu.

Dia mengatakan, jika Pemkab Aceh Selatan serius menanggulangi bencana banjir tersebut, maka anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan kanal di sepanjang bantaran sungai hanya berkisar antara Rp18 miliar sampai Rp20 miliar.

“Jika proyek ini dianggarkan dalam APBK sistem multiyers (tahun jamak) kami pikir selama lima tahun Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra menjabat sudah selesai. Tapi, hingga selesainya pengesahan APBK tahun 2018, pihak eksekutif dan legislatif Aceh Selatan justru tidak memasukkan ploting anggaran untuk penanggulangan banjir tersebut, sehingga terlihat jelas bahwa pemerintah dan pihak dewan tidak serius,” sesal Adi Samridha.

Karena itu, Pemuda Trumon Raya meminta kepada siapapun Bupati Aceh Selatan yang akan terpilih pada Pilkada 2018 agar serius menanggulangi bencana banjir yang saban tahun terjadi di Trumon Raya tersebut.

“Kami tidak melihat duduk persoalan ini secara politik. Kami hanya meminta agar persoalan yang sudah sangat meresahkan masyarakat di Trumon Raya ini segera diatasi. Makanya siapapun Bupati Aceh Selatan akan terpilih nanti tolong perhatian nasib rakyat Trumon Raya,” katanya.

Disamping itu, Pemuda Trumon Raya juga mengkritisi sikap beberapa perusahaan perkebunan sawit yang berada diwilayah setempat yang dinilai mengabaikan penderitaan rakyat Trumon Raya sedang dilanda musibah banjir selama ini.

Soalnya, sejak terjadi banjir yang merendam rumah-rumah penduduk sehingga mengakibatkan ratusan warga harus mengungsi, pihak perusahaan perkebunan sawit yang ada di wilayah itu tidak ada menyalurkan bantuan masa panik apapun.

“Keberadaan perusahaan-perusahaan tersebut terkesan dimata masyarakat sekarang ini hanya mengeruk keuntungan sumber daya alam yang ada di wilayah Trumon Raya. Sementara penderitaan masyarakat diabaikan,” tegasnya.[acl]

Sumber : antara

Comments
Loading...