Persiraja Banda Aceh dijual

MUSIM kompetisi Liga 2 tahun 2023 tinggal beberapa pekan lagi akan dimulai. PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) sendiri, belum memastikan format pertandingan, masih menggunakan metode tiga wilayah, atau dua. Persetujuan PSSI akan jadi penentu keputusan tersebut.

Sejumlah tim yang akan bertanding di Liga 2 telah mematangkan persiapan, PSMS Medan, PSDS Deli Serdang, dan Sriwajaya FC telah berburu amunisi pemain hadapi kompetisi sepak bola kasta Nomor dua nasional tersebut.

Lantas bagaimana nasib Persiraja Banda Aceh?. Sejak menyatakan Nazaruddin Dek Gam nyatakan diri mundur sebagai presiden klub, nasib klub berjuluk Lantak Laju itu tak menentu. Manajemen sendiri, seperti tak punya asa, tidak ada informasi perburuan pemain, dan bahkan kepastian ikut bertanding di Liga 2.

Ya, nasib Persiraja Banda Aceh tak menentu. Usai turun kasta ke Liga 2, kondisi klub tak pasti, bahkan Presiden Persiraja Banda Aceh Nazaruddin Dek Gam Sudah angkat bendera putih.

“Silahkan bagi siapa saja, untuk ambil Persiraja. Saya sudah mundur,” kata Dek Gam, karib Nazaruddin disapa.

Anggota DPR RI asal pemilihan Aceh itu bahkan meminta Pemko Banda Aceh untuk ambil alih Persiraja, sebab daerah itu punya saham 20 persen di klub kebanggaan masyarakat provinsi ujung barat Sumatra itu.

Ditanya mengenai persiapan Persiraja Banda Aceh hadapi musim kompetisi Liga 2 tahun 2023, Jumat (5/8/2022), Dek Gam kembali berujar, saya sudah mundur dari Persiraja.

Dengan waktu yang tinggal menghitung hari, dipastikan Persiraja Banda Aceh tidak akan ikut dalam kompetisi Liga 2, dengan begitu, harus ada suatu sikap yang jelas dari manajemen terkait dengan hal tersebut. Apakah membiarkan Persiraja mati suri, atau pilihannya selamat klub itu.

Pecinta Persiraja Banda Aceh harus memikirkan hal itu, terutama tifosi klub, dengan mendesak manajemen untuk mengambil langkah darurat untuk penyelamatan. 

Opsi terbaik adalah menjual Persiraja Banda Aceh kepada pihak lain, dengan pilihan markas klub akan berpindah ke provinsi lain, atau semua pihak berpadu memikirkan langkah-langkah penyelamatan Persiraja, BUMD, Pemerintah Aceh, dan para pihak pecinta Persiraja harus memikirkan hal itu. Semoga Persiraja tetap di hati rakyat Aceh, dan ada pihak yang membeli klub tanah rencong itu. (** EDITORIAL)

Comments
Loading...