Perbatasan Sumut-Aceh Dibuka pada 5 Juni

BANDA ACEH (popularitas.com) – Perbatasan Provinsi Sumatera Utara (Sumut)-Aceh akan kembali dibuka untuk angkutan umum mulai pada Jumat, 5 Juni 2020 pukul 00.00 WIB.

Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, jalur perbatasan tersebut akan kembali bisa dilalui para penumpang dari wilayah Sumut ke Aceh. Namun, pemeriksaan di perbatasan tetap dilakukan sesuai protokol kesehatan.

“Syarat angkutan umum yang akan masuk Aceh, semua supir dan penumpang wajib memakai masker dan membawa surat keterangan bebas Covid-19 dan tetap menjaga jarak di dalam kendaraan,” kata Dicky dalam keterangannya kepada wartawan di Banda Aceh, Jumat, 29 Mei 2020 malam.

Selain itu, kata Dicky, kendaraan umum sebelum masuk wilayah Aceh juga akan disemprot cairan desinfektan. Apabila aturan ini tidak diindahkan, maka akan dipaksa putar balik ke wilayah Sumut.

“Apabila kendaraan angkutan umum tidak menerapkan protokol kesehatan, maka akan diputar balik kembali ke sumut,” sebut Dicky.

“Mari kita jadikan Aceh tetap menjadi zona hijau, supaya masyarakat yang tinggal di Aceh tetap sehat dlm menjalankan aktifitas sehari hari,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sesuai hasil rapat stakholder Aceh dengan Menkumham dan Gugus Tugas Nasional, untuk mengantisipasi penularan penyebaran virus corona (Covid-19) warga dari luar daerah dilarang melakukan mudik.

“Mulai tanggal 21 Mei 2020, semua angkutan umum jenis apapun yang memasuki Aceh akan diputar balik kembali ke wilayah Sumut,” kata Dicky saat dikonfirmasi, Selasa, 19 Mei 2020.

Sementara untuk penumpang kendaraan pribadi yang masuk wilayah Aceh akan diminta surat keterangan bebas Covid-19 setelah dilakukan rapid test. Dicky bilang apabila tidak ada surat keterangan, maka kendaraan itu juga akan diputar balik ke Wilayah Sumut.

Ia menilai, kebijakan ini diambil mengingat penerapan Protokol Kesehatan di Aceh masih belum maksimal. Masyarakat masih banyak tidak menggunakan masker saat keluar rumah dan tidak menerapkan Physical Distancing.

“Ini sangat berbahaya dalam penyebaran virus Covid-19 di Aceh. Dengan demikian kami perintahkan kepada pemilik angkutan umum tidak mengoperasionalkan lagi kendaraannya menuju ke Medan,” pungkasnya. []

Reporter: Muhammad Fadhil

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat