Penyedia kamar prostitusi di Lhokseumawe ditahan

POPULARITAS.COM – Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Lhokseumawe menahan perempuan berinisial GW (38), karena diduga telah menyediakan tempat mesum yang digerebek warga pada Januari 2022 di Perumahan Bukit Panggoi Indah, kota setempat.

Berdasarkan penyelidikan, GW diduga kerap menyediakan kamar di rumahnya itu ke penyewa yang hendak melakukan mesum dengan tarif per kamar Rp 150 ribu.

“Yang kita tahan hanya istri dari pemilik rumah itu, karena yang terlibat langsung dengan muncikari dan juga pria hidung belang itu merupakan istri pemilik rumah, usai pemeriksaan langsung kita tahan,” ungkap Kasat Pol PP dan WH Lhokseumawe Zulkifli, kepada popularitas.com, Jumat (11/2/2022).

Sementara pria berinisial MU yang sebelumnya sempat ditahan, kini sudah dikembalikan ke keluarganya. Dari hasil pemeriksaan, MU hanya berperan mengantar temanya ke lokasi itu, tanpa mengetahui praktik mesum tersebut.

“Setelah mengantar temannya B, tak lama warga menggerebek rumah tersebut. Jadi hanya M dan B yang masih kita tahan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan,” katanya.

Sedangkan dua wanita diduga PSK, lanjut Zulkifli, juga masih ditahan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Zulkifli mengungkapkan, dari dua wanita yang ditangkap, hanya satu orang yang berperan sebagai pekerja seks komersial (PSK). Sementara satu orang lagi adalah temannya yang berperan sebagai penunjuk jalan.

“Kata dia hanya penunjuk jalan, namun apapun itu masih kita tahan. Sejauh ini penyidik terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti, setelah BAP selesai berkas segera kita limpahkan ke Kejaksaan Negeri Lhokseumawe,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Warga Desa Meunasah Mesjid, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, gerebek sebuah rumah di Kompleks Perumahan Bukit Panggoi Indah yang berada di Dusun Tgk Di Glee, desa setempat.

Kepala Dusun Tgk Di Glee, Murtala, saat dikonfirmasi popularitas.com, Senin (31/1/2022), mengatakan aksi penggerebekan itu dilakukan warga pada Minggu (30/1/2022) sekitar pukul 03.00 WIB.

Berdasarkan informasi, rumah tersebut kerap kedatangan tamu bukan muhrim tanpa melapor ke aparatur desa. Dugaan sementara, warga mencurigai bahwa pemilik rumah menyediakan tempat aksi prostitusi untuk melakukan maksiat.

“Warga telah memantau rumah itu, karena kerap datang tamu warga akhirnya grebek rumah itu, terdapat ada lima pemuda non muhrim keluar dari rumah tersebut di antaranya dua wanita dan tiga pria,” kata Murtala.

 

Comments
Loading...