Penyandang Tuna Netra Dilatih Pijat Acupresure

BANDA ACEH- Sebanyak 20 penyandang disabilitas tuna netra di Kota Banda Aceh mengikuti pelatihan pijat acupresure (metode menekan titik-titik tertentu. Kegiatan itu akan berlangsung  selama 15 hari terhitung 1-15 September 2017.

Pembukaan pelatihan tersebut dihadiri Wali Kota Banda Aceh H Aminullah Usman, Selasa (31/10/2017) di Balai Latihan Kerja (BLK), Lam Jabat, Kota Banda Aceh. Dalam sambutannya, Aminullah mengatakan  kegiatan itu merupakan wujud kepedulian Pemko Banda Aceh kepada penyandang disabilitas khususnya tuna netra.

Pemerintah Kota Banda Aceh menyadari, tanpa keterampilan yang cukup, maka para tuna netra yang membuka usaha pijat akan sulit bersaing dengan pijat refleksi yang semakin menjamur.  Kepada para peserta pelatihan, Wali Kota juga mengingatkan agar pelatihan itu tidak disia-siakan, harus diikuti dengan serius.

“Seluruh elemen masyarakat di Kota Banda Aceh harus mendapatkan kesempatan sama dalam roda pembangunan kota. Dengan kegiatan ini diharapkan para penyandang disabilitas bisa mencari nafkah sendiri,” kata Aminullah.

Aminullah juga mengaku bangga karena tidak ada dari penyandang disabilitas tuna netra dari Banda Aceh yang menjadi pengemis. Pemko Banda Aceh menargetkan pada tahun 2019 Banda Aceh harus bebas dari pengemis. Di masa mendatang kepedulian kepada disabilitas akan terus tingkatkan.

Kepada Jajaran Dinas Sosial Wali Kota mengingatkan bahwa Ini merupakan tugas mulia yang harus dijalankan.“Kedepan kita akan terus memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas. Mudah-mudahan akan dapat menjadi contoh bagi kabupaten kota yang lain,” tutup Aminullah.

Plt kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Dody Haikal menjelaskan, pelatihan pijat acupresure adalah semacam pengobatan atau penyembuhan segala macam penyakit secara alternatif, memakai metode menekan titik-titik tertentu. Pelatihan ini menghadirkan instruktur dari Panti Sosial Bina Netra Wyata Guna Bandung, Muhammad Arwani.

Kata Dody, Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah memberikan keterampilam hidup tambahan, sebagai upaya untuk menumbuhkan semangat kemandirian bagi para penyandang disabilitas khususnya disabilitas tuna netra yang ada di Banda Aceh.

Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kota Banda Aceh, M Nur mengapresiasi kpedulian Pemko Banda Aceh membantu para penyandang disabilitas tuna netra di Banda Aceh agar tidak menjadi pengemis.

Menurut M Nur, sebagian besar berprofesi sebagai tukang pijat. Untuk itu perlu meningkatkan ilmu dan keterampilan tentang pijat ini. “Dan kegiatan ini sangat membantu,” katanya. [jam/rel]

-ads-

-ads-

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.