Penjelasan Firli Bahuri terkait sejumlah OTT KPK

POPULARITAS.COM – Dalam seminggu terakhir KPK RI menangkap sejumlah pejabat dalam operasi tangkap tangan. Setelah Bupati Penajam Paser Utara, Bupati Langkat, dan terakhir lembaga anti rasuah itu menangkap hakim pada Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Ketua KPK RI, Firli Bahuri dalam keterangan tertulisnya kepada popularitas.com, Kamis (19/1/2022) mengatakan, dalam kasus penangkapan hakim dan panitera serta jaksa di Surabaya, pihaknya mengaku prihatin.

Secara berturut-turut, Sambung Firli lagi, setidaknya sudah tiga kepala daerah yang juga ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan.

“Ditangkapnya para pejabat itu dipastikan karena melanggar aturan dan sistem gagal dan lemah,” terangnya.

Ditegaskannya, sebagai negara hukum, negara telah memiliki sistem pencegahan, dan pemberantasan korupsi yang semakin baik. 

“Sistem harus di bangun yang membuat tidak ada celah dan peluang siapapun bisa korupsi,” tegasnya.

Orkestrasi dalam pencegahan dan penindakan kasus korupsi terus disinergikan, dan kalau tidak ada pelanggaran sistem yang dilakukan oleh seorang pejabat, maka tidak akan mungkin dapat masuk ke dalam aksi perilaku korupsi.

Nah, jika ada pelanggaran sistem yang dilakukan oleh oknum-oknum, maka KPK pasti akan melakukan tindakan tegas, imbuh Firli.

KPK sendiri, ujar Firli, tidak akan pandang bulu dalam pemberantasan korupsi, jadi siapa saja yang melanggar sistem pasti akan ditindak di dihadapkan pada proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Upaya pemberantasan dan pecegahan yang dilakukan KPK demi menjaga integritas kelembagaan dan memastikan keberlangsungan pembangunan yang di canangkan oleh Presiden RI.

Karenanya Firli Bahuri ingatkan semua pihak, terutama penyelenggara negara untuk berhati-hati dan jangan pernah ada niat sedikitpun untuk korupsi.

Sekali lagi Ia mengingatkan, KPK RI tidak akan Pandang bulu dalam pemberantasan korupsi, dan semua instansi penegak hukum di negara ini juga tidak pernah lelah dalam menciptakan Indonesia bebas dari korupsi, demikian Firli Bahuri.

 

Editor : Hendro Saky

Comments
Loading...