FeatureNews

Pengusaha Roti Sele yang Fokus Membangun Gampong

SETELAH membuat janji, akhirnya saya berkesempatan menemui Azwir Basyah. Kali ini, saya diajak berkeliling ke ladangnya di puncak bukit Kutamalaka, Kecamatan Samahani, Aceh Besar. Sepanjang perjalanan, pemuda Aceh Besar tampak sumringah. Sesekali ia berkisah penggalan-penggalan kisah hidupnya.

“Itu tanaman kurma hampir panen. Begitu juga pembangunan fisik villa udah rampung 60 persen,” ujar Azwir Basyah seraya menunjuk villa di atas bukit. Azwir adalah pengusaha roti sele terkenal di Samahani.

Berdiri tegak di puncak bukit Kutamalaka, Kecamatan Samahani, Aceh Besar, mata bebas memandang ke seluruh penjuru angin. Dari ujung barat terlihat pemandangan Kota Banda Aceh, bila malamnya akan diterangi kelap-kelip cahaya lampu yang bertaburan. Berpaling ke timur, hamparan sawah dan perbukitan terlihat membujur. Ibarat kastil tempat bersemayamnya Gunung Selawah Agam menampakkan puncaknya.

Di bagian selatan, gugusan perbukitan kecil menghijau dan gugusan bukit barisan laksana pembatas kastil. Di sana, eloknya Seulawah Dara terlihat memesona bersemayam di balik bukit.

Memandang ke utara terbentang hamparan luas pematang sawah dan gugusan perbukitan Krueng Raya berdiri kokoh menghadap Selat Malaka.

Desauan angin yang semilir, kadang juga bertiup kencang kian menambah suasana menjadi nyaman.

Tak lama berselang, kami kembali bergerak. Di atas mobil double cabin yang meliuk-liuk pelan menuruni jalanan agak sedikit terjal dan berdebu yang membelah perkebunan jati miliknya. Tiba di sudut kiri ladang, kami pun berhenti. Disana, sejumlah pekerja sudah menanti kehadirannya.

“Sore ini kita akan menanam cabai intensif seluas 4 hektare. Target kita sekitar 20 hektare lebih yang kita tanam secara berangsur-angsur,” kata Azwir Basyah, yang juga owner di Wahana Impian Kuta Malaka, salah satu tempat wisata yang dikelola swasta di Kuta Malaka, Aceh Besar.

Sesampainya disana, ia langsung membetulkan mulsa plastik yang sudah dipasang pada lahan. Baginya, ia tidak merasa gengsi untuk ikut terlibat dan sekaligus berbaur bersama pekerja membersihkan lahannya.

Sesekali ia terlihat cermat memeriksa bibit cabai yang masih disemai dalam polibet.  Begitu halnya dengan para pekerja lainnya. Ada yang mencangkul lahan, membersihkan sisa-sisa rerumputan sesuai aktivitasnya masing-masing.

Saat ditanya alasan memutuskan kembali beralih menjadi petani, Azwir mengaku ingin memberi contoh teladan bagi seluruh pemuda pedesaan di Kabupaten Aceh Besar.

Daripada taduek siuroe supot bak warung kopi hana guna cit. Enteuk rhoh lee meupeugah-peugah keugob, leubeh get tajak meukeubon dan beujeut keu contoh bagi aneuk-aneuk muda gampong (daripada nongkrong seharian penuh di warung kopi tidak ada gunanya
Nanti banyak omongin untuk orang, lebih baik kita berkebun dan dapat menjadi inspirasi untuk anak-anak muda di desa),” ujar H. Azwir Basyah.

Sebagai pemuda yang konsen membangun gampong, Azwir terbilang paling mudah ditemui dan diajak berkomunikasi. Mereka kerap berjumpa dan langsung bertutur sapa dengannya.

Bila menyelenggarakan berbagai kegiatan kepemudaan di gampong-gampong, ia tak sungkan berbaur dan sekaligus memberikan bantuan.

Apabila dirinya sedang berada di warung, maka perhatiannya tidak terbatas pada makanan, ia kerap menyapa warga dan mengajak berbincang-bincang bersama. Jika ada berbagai masalah permasalahan gampong, ia turut dilibatkan langsung untuk menyelesaikannya.

Ia juga turut mengajak dan sekaligus memberikan perhatian penuh bagi pemuda agar turut berkontribusi penuh terhadap kemajuan gampong. Baginya, gampong merupakan urat nadi kehidupan yang bisa mensejahterakan setiap elemen masyarakat. Dengan kata lain, jika suatu gampong itu makmur, kecamatan juga ikut sejahtera.

Baginya, membangun gampong merupakan niat dan keinginannya sejak muda. Hal ini terinspirasi dari peran dan didikan almarhum ayahnya, Tgk Basyah yang dikenal dengan nilai agama dan disiplin.

Bagi lon, meunyoe mantong sehat tenaga atau pikiran. Wajeb tabantu masyarakat ngon tabangun gampong. Udep geutanyoe beu jeut manfaat keugob, bek na kepentingan droe sabee (bagi saya, kalau masih sehat tenaga dan pikiran wajib membantu masyarakat dan membangun desa. Hidup kita harus bermanfaat untuk orang lain, jangan hidup untuk kepentingan sendiri saja),” tegas Azwir Basyah, adik mantan Bupati Aceh Besar Mukhlis A Basyah itu.*

Penulis: Taufik Ar Riffai, wartawan lepas yang kini berdomisili di Banda Aceh

Shares: