Pengiriman Lobster ke Luar Pulau Simeulue Terkendala Transportasi

SIMEULUE – Pengusaha lobster mengalami kendala transportasi dalam pengiriman barang ke luar Pulau Simeulue. Selama ini hanya mengandalkan kapal fery yang membutuhkan waktu cukup lama.

Akibat terkendala transportasi mengakibatkan turunnya mutu dan susut jumlahnya. Selain itu juga bisa menambah biaya untuk pemulihan setelah diangkut menggunakan kapal lambat.

Seorang pengusaha lobster, Mahlil Sam mengatakan, selama ini lobster yang dibeli dari masyarakat, lalu dikumpulkan untuk pemulihan dan sortir. Setelah itu menggunakan kapal lambat selama 10 perjalanan dari Simeulue ke Lambuhan Haji, Aceh Selatan.

Untuk jalan darat dari Aceh Barat membutuhkan waktu tempuh ke Banda Aceh selama 6 jam. Lalu dari Banda Aceh-Medan waktu tempuh selama 10 jam.

“Setelah itu dibawa lagi ke Aceh Barat, sekitar 2 jam dari Labuhan Haji, lalu dipulihkan kembali,” kata Mahlil San, Rabu (25/10/2017) seperti dilansir merdeka.com.

Setelah itu, sebutnya, baru dikirim ke Banda Aceh dan kemudian akan dilakukan ekspor melalui Sumatera Utara (Sumut), Medan. Biasanya, sampai ke Medan mengalami susut hingga 15 persen setiap sekali kirim.

Penampungan lobster milik Mahlil yang ada di Gampong Sinabang, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue mampu mengekspor 200 kilogram per bulan. “Transportasi sangat terkendala, karena selama ini menggunakan kapal lambat dan jalan darat,” jelasnya.[acl]

Comments
Loading...