Penantian Panjang Persiraja ke Liga 1

PERSIRAJA Banda Aceh memastikan diri lolos ke Liga 1 musim depan. Hal itu dipastikan setelah mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 1-0 dalam laga perebutan peringkat tiga Liga 2 2019 di Stadion I Kapten Gianyar, Bali, Senin 25 November 2019 sore.

Satu-satunya gol Persiraja tercipta lewat kaki Assanur Rijal. Bekas pemain Aceh United itu melesatkan gol ke gawang Sriwijaya setelah memanfaatkan umpan Defri Riski. Gol itu memaksakan Laskar Wong Kito kembali berlaga di Liga 2 musim depan.

Lolosnya Persiraja ke kasta tertinggi Indonesia mengejutkan publik sepakbola Indonesia. Iya, Laskar Rencong menjadi salah satu tim yang tidak dijagokan oleh publik luar Aceh di kasta kedua Liga Indonesia 2019 musim ini.

Baca: Persiraja Promosi ke Liga 1 Usai Pecundangi Sriwijaya FC

Pandangan itu sudah muncul saat kompetisi akan dimulai pada Juni 2019. Di tengah tim lain gencar-gencar mencari pemain berlabel bintang, Persiraja hanya mengandalkan pemain-pemain muda. Sehingga, kombinasi pemain lokal dan beberapa dari luar daerah membuat tim ini solid.

Hendri Susilo, Akhyar Ilyas, Wahyu AW dan Sisgiardi ditunjuk sebagai tim pelatih. Mereka ditugaskan untuk menyusun program latihan hingga mengatur strategi dalam setiap pertandingan.  Target Persiraja saat itu adalah cuma satu, yakni lolos Liga 1.

Baca: Promosi Liga 1, Bukti Persiraja Bukan Jago Kandang

Target itu sebenarnya telah diusung sejak tahun lalu. Namun, Persiraja hanya mampu lolos hingga babak 8 besar. Di babak penyisihan itu, Persiraja gagal lolos ke babak semifinal setelah di laga terakhir takluk 0-5 dari PSS Sleman.

Dok: MO Persiraja

Musim 2019, Persiraja mulai berbenah. Selain menjaring bakat-bakat lokal lewat tour Aceh, Laskar Rencong juga mendatangkan sejumlah pemain baru, salah satunya Assanur Rijal dari Aceh United. Pada musim pertama, pemain kelahiran Aceh Besar 23 tahun silam itu tampil mengejutkan dan berhasil menjadi top skor Persiraja dengan koleksi 12 gol.

Satu dari 12 gol Assanur Rijal diciptakan pada laga perebutan  peringkat tiga Liga 2 2019 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Giansyar, Bali, Senin, 25 November 2019 tadi sore. Gol itu menjadikan mahasiswa FKIP Unsyiah itu sebagai macth of the match.

Baca: Persiraja Versus Sriwijaya: Duel Dua Tim Terluka

Persiraja sendiri musim ini lolos ke babak delapan besar dengan status juara grup wilayah barat setelah mengumpulkan 42 poin, dari 14 kemenangan. Selain itu, tim kebanggaan masyarakat Kota Banda Aceh ini juga menjadi satu-satunya tim di Liga 2 tanpa mengalami kekalahan di kandang. Bahkan, rekor tersebut juga telah ditoreh pada musim 2017 dan 2018.

Keberhasilan Persiraja berlanjut di babak 8 besar. Bergabung di grup A bersama Sriwijaya FC, Mitra Kukar dan Persewar Waropen, Persiraja juga mampu menjadi juara grup setelah mengumpulkan lima poin, dari satu kemenangan dan dua kali imbang.

Selebrasi pemain Persiraja usai taklukkan Sriwijaya FC. | Foto: MO Persiraja

Hasil tersebut membuat tim asuhan Hendri Susilo ini lolos ke babak semifinal dan menghadapi Persik Kediri sebagai runner up grup B. Di laga semifinal, Persiraja kalah lewat babak adu penalti dengan skor 4-5. Babak tos-tosan terpaksa diberikan wasit setelah kedua tim bermain imbang di waktu normal dan babak extra time.

Kekalahan Persiraja di babak semifinal membuat cukup banyak publik pecinta sepakbola di Aceh nyaris putus asa. Mereka pesimis Laskar Rencong bisa mengalahkan Sriwijaya. Namun, kekhawatiran pecinta Persiraja terjawab sudah. Persiraja dipastikan lolos ke Liga 1 musim depan.

Presiden Persiraja, Nazaruddin Dek Gam bersyukur atas torehan tersebut. Di tengah segala kekurangan, Laskar Rencong mampu promosi ke Liga 1 musim 2020. Menurutnya, ini suatu keberhasilan yang patut disyukuri.

“Berbicara fasilitas dan pemain kita jujur, ketinggalan, bahkan ada anggapan kita kuda hitam yang nggak mampu di babak delapan besar, tapi Allah berkehendak, siapapun manusia tidak bisa mengalahkannya,” kata Dek Gam, Kamis, 25 November 2019 malam.

Menurut Dek Gam, keberhasilan Persiraja musim ini karena beberapa faktor, selain dukungan dan doa dari masyarakat Aceh, juga karena kerja keras tim pelatih dan manajemen. Hal itu diperlihatkan dengan komitmen yang ditunjukkan manajemen saat membayar gaji tepat waktu dan memberikan bonus-bonus saat menang.

“Tadi malam pemain kita panggil satu per satu ke dalam kamar, kita tahu Sriwijaya tim hebat, sangat  hebat, tapi saya panggil satu persatu dengan pendekatan emosional, akhirnya inilah hasilnya hari ini, saya bilang kalian berjuang bukan buat saya, tetapi buat lambang di dada,” pungkasnya.

Hal yang sama juga diutarakan Pelatih Persiraja, Hendri Susilo. Dalam konferensi pers usai pertandingan, Hendri mengaku bersyukur atas keberhasilannya membawa Laskar Rencong promosi ke Liga 1.

“Saya nggak bisa banyak bicara ya, artinya bahagia sekali karena sebelumnya kita targetnya nggak ke liga 1, melihat dari  persiapan, terus perjalan tim ini semkin baik, akhirnya kita sepakat di putaran kedua, setelah membidik (Liga 1) baru kita target Liga satu,” kata Hendri.*(C-008)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat