Pemindahan Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe Terkendala Administrasi

LHOKSEUMAWE (popularitas.com) – Pemerintah Kota Lhokseumawe sedang mempersiapkan pemindahan pengungsi Rohingya yang sekarang ditempatkan di bekas kantor Imigrasi ke tempat yang lebih luas.

Direncakan 99 orang pengungsi Rohingya itu akan dipindahkan ke Balai Latihan Kerja (BLK) Lhokseumawe. Hingga sekarang belum dapat dipindahkan, karena masih terkendala administrasi. Tetapi pemerintah Kota Lhokseumawe berjanji dalam waktu dekat sudah rampung rencana pemindahan ke lokasi yang lebih layak dan luas.

Pemindahan Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe Terkendala Administrasi

“Mungkin pemindahan dalam dua hari ini, belum bisa dipastikan besok karena masih dalam tahap pengurusan adminitrasi, 10 persen lagi mungkin sudah rampung, administrasi dilakukan karena bangunan itu adalah aset pemerintah Aceh Utara, namun lokasinya terletak di wilayah Lhokseumawe, jadi ada beberapa yang belum selesai pengurusannya,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Pengungsi Rohingya, Marzuki, Rabu (1/7/2020) kepada popularitas.com.

Kata Marzuki, yang bertanggungjawa penanganan pengungsi Rohingya adalah pemerintah Kota Lhokseumawe. Sedangkan pemerintah Kabupaten Aceh Utara hanya sebatas mengizinkan penggunaan gedung BLK tersebut.

Pemindahan Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe Terkendala Administrasi

“Mereka dipindahkan, karena lokasi yang sekarang ini hanya memiliki satu gedung, sedangkan mereka angkanya banyak, kalau lokasi yang baru beberapa gedung dan terdapat dua gedung yang lebih luas. Nantinya mereka akan dipilah lagi, jika ada pasangan suami-istri mungkin akan ditempatkan satu ruangan, bagi yang belum menikah kita pisahkan laki-laki dan perempuan,” katanya.

Ia juga mengatakan apabila ruang tak mencukupi dan ada yang diperlukam akan lagi, nantinya bangunan yang besar akan direnovasi lagi dengan cara disekat menjadi kamar dan juga dijadikan beberapa ruangan lainnya. Tak hanya itu, di tempat yang baru juga dibuat dapur umum.

“Mereka saat ini menjadi tanggungan Pemko Lhokseumawe dan dibantu oleh beberapa NGO luar negeri dan LSM dalam negeri,” tutupnya.[acl]

Reporter: Risky

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat