Pasar Peunayong Dipindahkan ke Lamdingin, Dua Bulan Gratis

BANDA ACEH (popularitas.com) – Pemerintah Kota Banda Aceh segera memindahkan pedagang di Pasar Peunayong ke Gampong Lamdingin pada 15 Juni 2020 mendatang. Bagi pedagang akan digratiskan biaya sewa selama dua bulan sebagai bentuk stimulus untuk pedagang.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengatakan, Pasar Peunayong akan ditutup total sejak 14 Juni 2020. Alasan pemindahan pasar Samudera Kutaraja Lamdingin (nama pasar baru), mengingat pasar lama sudah tidak layak lagi.

Begitu juga kondisi pasar lama di Peunayong semrawut, sempit, macet dan kotor. Nantinya pasar lama akan ditata ulang sebagai kawasan heritage berkonsep waterfront city.

Wali kota pun menginstruksikan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan sebagai leading sector untuk mempersiapkan sarana dan pra sarana pendukung di pasar bar. Seperti listrik, air bersih, musalla, parkir hingga trayek angkutan umum.

“Satpol PP/WH, DLHK3, PDAM, PUPR, Dishub, dan dinas terkait lainnya agar mendukung penuh. Ini tugas bersama untuk memastikan relokasi sukses. Mohon juga dukungan dari masyarakat khususnya para pedagang,” kata Aminullah Usman, Jumat (5/6/2020).

“Yang paling penting, begitu masyarakat datang ke sana bisa merasakan perubahan yang kentara. Jangan ada kesan lebih jorok dari pasar lama, harus bersih dan nyaman, tak terkecuali toiletnya. Pasar baru ini kita namakan Pasar Samudera Kutaraja Lamdingin,” lanjutnya.

Alokasi kios dan lapak di pasar baru akan diprioritaskan bagi pedagang lama di Peunayong. “Sebagai stimulus bagi pedagang, untuk dua bulan pertama akan kita gratiskan biaya sewanya. Pasar Peunayong close total mulai 14 Juni malam,” ujarnya.

Sementara itu Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan, M Nurdin mengatakan para pedagang yang direlokasi yakni yang selama ini menempati pasar ikan, daging, sayur dan bumbu di Peunayong. Totalnya ada 282 pedagang.

Pedagang tersebut dipindahkan ke pasar terpadu dan representatif di Lamdingin. “Kompleks pasar baru memiliki enam bangunan utama yang diperuntukkan sebagai pasar ikan, unggas, daging, sayur, dan bumbu, serta musala,” katanya.

Pasar yang dirintis sejak 2016 di atas lahan seluas dua hektar tersebut, memiliki 91 kios dan 452 lapak jualan. “Kita dahulukan pedagang lama di Pasar Peunayong, sisanya akan kita buka pendaftaran secara online dan diutamakan lagi bagi warga Banda Aceh,” kata Nurdin.[acl/ril]

Comments
Loading...