Partai Aceh Siap Berkoalisasi dengan Parnas

BANDA ACEH (popularitas.com) –Dewan Pimpinan Partai Aceh (DPP PA), menegaskan siap berkoalisi dengan berbagai Partai Nasional (Parnas) dan Partai Politik Lokal (Parlok) lainnya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh 2022 mendatang.

Jubir Partai Aceh, Muhammad Saleh menjelaskan, keterbukaan koalisi dimaksud merupakan keputusan yang wajar dan normal, demi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan rakyat Aceh, melalui mandat politik yang diberikan rakyat Aceh kepada partai politik yang ada.

Apapun keputusan politik nantinya, sebutnya lagi, harus dibangun berdasarkan saling pengertian dan kesamaan sikap maupun visi serta misi untuk membangun masa depan Aceh lebih baik.

“Partai Aceh saat menghargai dan menghormati berbagai wacana dan dinamika yang saat ini sedang terjadi melalui media daring maupun media sosial, terutama mengenai  sosok calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Bupati dan Wakil serta Wali Kota dan Wakil Walikota di Aceh,” kata Muhammad Saleh, Rabu (3/5/2020) melalui siaran pers.

Menurutnya, adanya konstribusi dan partisipasi media pers serta publik terhadap proses kontenstasi demokrasi lima tahunan tersebut, sebagai bukti adanya kepedulian terhadap kemajuan Aceh di masa datang.

Hanya saja sebutnya, semua langkah, kebijakan dan keputusan strategis-taktis tersebut, harus dibicarakan secara mendalam dari masing-masing parpol. Termasuk Partai Aceh, sehingga apa pun hasilnya nanti, merupakan keputusan yang benar-benar lahir dari niat dan keinginan yang tulus untuk bersama-sama membangun Aceh.

“Hingga saat ini, memang sejumlah pimpinan Parnas di Jakarta dan Parlok di Aceh telah membangun komunikasi yang intens dengan Mualem serta Partai Aceh. Dan, mulai ada pembicaraan yang mengarah pada koalisi nantinya,” ucapnya.

Sejak 2017 lalu sebut Muhammad Saleh, Partai Aceh telah merajut kerjasama di parlemen Aceh (DPRA) yaitu Koalisi Aceh Bermartabat (KAB). Koalisi ini akan terus berlangsung dan tumbuh dari kesadaran kolektif dari sejumlah parpol terhadap kondisi Aceh saat ini dan mendatang.

Karena itulah, Partai Aceh tetap membuka diri untuk membangun koalisi dengan berbagai parpol. Selama berada dalam satu tanggungjawab bersama yaitu, membawa rakyat Aceh menjadi lebih baik dan sejahtera.

“DPA Partai Aceh akan membentuk desk  khusus untuk membicarakan masalah ini. Termasuk membangun komunikasi dan sinergi dengan sejumlah parnas dan parlok yang ada,” ucap Mualem melalui Muhammad Saleh.

Tugas utama desk ini adalah, menyusun calon Gubernur dan Wakil, Bupati dan Wakil serta Walikota dan Wakil dari internal (PA) maupun eksternal (partai) yang akan berkoalisi.

Misal, untuk kabupaten atau kota A, Partai Aceh akan berkoalisi dengan PNA. Pada kabupaten atau kota B, Partai Aceh bisa dengan PAN. Untuk kabupaten dan kota C dan D, terbuka dengan PKS dan Gerindra.

Tapi, ada kabupaten dan kota E, Partai Aceh mengusung paket calonnya sendiri. “Jadi, tidak dengan satu parpol dan semua itu tentunya, disesuaikan aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Terutama perolehan kursi di DPR Aceh, DPRK (kabupaten dan kota),” ucap Saleh, begitu dia akrab disapa.[acl]

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.