MPU Telah Nasehati Wali Kota Sebelum Insiden Masjid Al Fitrah Terjadi

BANDA ACEH (popularitas.com) – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh telah menyarankan kepada Wali Kota Aminullah Usman agar menolak kedatangan dan pengajian Dr Firanda Andirja, Lc., MA, sebelum insiden Masjid Al Fitrah terjadi, Kamis, 13 Juni 2019. Namun, pihak pemerintah dirasa abai atas saran tersebut sehingga menyebabkan adanya gesekan antar dua kelompok seperti ramai diberitakan media Kamis malam.

Saran kepada Wali Kota Banda Aceh telah disampaikan MPU melalui sepucuk surat bernomor 451/074/2019. Di dalam surat tersebut, MPU turut membeberkan alasan agar Wali Kota Banda Aceh menolak kehadiran Ustadz Firanda di ibu kota Provinsi Aceh.

Pada poin pertama, surat yang ditandatangani langsung oleh Ketua MPU Banda Aceh Dr Tgk H Damanhuri Basyir, M.Ag tersebut menyebutkan alasan penolakan bersandar pada UU RI Nomor 44 tahun 1999 Tentang penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh. Selanjutnya, MPU juga memetik Qanun Aceh Nomor 11 tahun 2002 tentang pelaksanaan Syariat Islam bidang Aqidah, Ibadah dan Syiar Islam.

Lebih lanjut, saran menolak kehadiran Ustadz Firanda juga dititikberatkan pada fatwa MPU Aceh Nomor 09 tahun 2014 tentang pemahaman, pemikiran, pengamalan dan penyiaran agama Islam di Aceh.

“Berdasarkan landasan hukum dan qanun di atas maka MPU Kota Banda Aceh dengan ini meminta kepada Wali Kota Banda Aceh untuk segera menolak kedatangan Dr. Firanda Andirja, Lc., MA, dan menghentikan seluruh kegiatan Daurah Islamiyah yang akan diselenggarakan di Banda Aceh pada 13-15 Juni 2019 di Banda Aceh,” bunyi surat tersebut.

Selanjutnya, MPU Banda Aceh juga meminta Wali Kota Banda Aceh untuk “mengantisipasi segala bentuk kegiatan yang membawa paham keagamaan yang meresahkan masyarakat Kota Banda Aceh.”

Baca: Warga Bubarkan Pengajian Ustadz Firanda di Banda Aceh

Sebelumnya diberitakan, sekelompok warga memadati Masjid Al Fitrah Banda Aceh untuk membubarkan pengajian Dr. Firanda Andirja Abidin, Lc., M.A, Kamis, 13 Juni 2019 malam.

Pantau popularitas.com di lokasi, massa memenuhi masjid. Mereka masuk ke dalam masjid dan berorasi di atas mimbar. Dalam aksinya, warga yang menolak kehadiran Ustadz Firanda juga terlibat gesekan dengan pihak jamaah pengajian tersebut.

Terkait hal ini, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto langsung memimpin pengamanan agar penolakan tersebut tidak berujung anarkis. “Ini mungkin ada kesalahpahaman ya, masing-masing satu kelompok (yang menolak) Aswaja, dan ada kelompok pemahaman Wahabi ya. Ada pengajian lah,” kata Kapolresta Banda Aceh.

Sebelum insiden di Masjid Al Fitrah terjadi, sebelumnya sekelompok warga juga menggelar penolakan kedatangan Ustadz Firanda di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar. Namun, pria kelahiran Surabaya yang kerap mengisi pengajian rutin berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi, Madinah, tersebut tetap melanjutkan kegiatannya di Banda Aceh.

Hingga berita ini dipublish, popularitas.com belum berhasil mengklarifikasi panitia pelaksana pengajian yang diisi Ustadz Firanda tersebut* (BNA/ASM)

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.