Menerka sosok Pj Gubernur Aceh

GUBERNUR Aceh Nova Iriansyah, 5 Juli 2022 akan akhiri periode kepemimpinannya di daerah ujung barat Sumatara ini. Pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dipastikan akan di gelar serentak pada 2024, memastikan estafet kepemimpinan di provinsi berjuluk serambi mekkah ini, akan di isi oleh penjabat gubernur atau Pj yang ditunjuk oleh Menteri Dalam Negeri RI atas persetujuan Presiden Joko Widodo.

Dua tugas utama Pj Gubernur Aceh adalah, menyiapkan penyelenggaran Pilkada 2024 hingga terpilihnya kepala daerah definitif, dan memastikan pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2024 berjalan dengan baik guna keberlangsungan estafet kepemimpinan nasional.

Belum ada aturan tertulis mengenai mekanisme dan penunjukan penjabat gubernur yang dikeluarkan oleh Kemendagri untuk Pilkada serentak 2024. Namun merujuk pada ketentuan yang ada, kelaziman para pejabat eselon I atau setingkat Direktur Jenderal di Kementrian Dalam Negeri dapat dipilih dan ditunjuk sebagai Pj Gubernur.

Narasi tentang figur Pj Gubernur sejumlah kepala daerah di Indonesia, mendorong terjadinya tarikan politik yang kuat antara sejumlah Parpol, sebab hal itu menyangkut kepentingan Pileg dan Pilpres 2024. Karena itu muncullah isu TNI dan Polri dapat juga ditunjuk sebagai penjabat kepala daerah.

Isu Pj Gubernur Aceh juga telah menyeret perbincangan kalangan elit di Aceh, dan sejumlah tokoh dan figur telah muncul sebagai sosok yang dinilai tepat menjadi penjabat gubernur kala masa jabatan Nova Iriansyah berakhir nantinya.

Sebut saja nama Safrizal ZA, pria kelahiran Banda Aceh 51 tahun silam itu, digadang-gadang figur yang tepat untuk Pj Gubernur Aceh. Putra pasangan Zakaria Ali dan Ainun Yusuf tersebut, saat ini merupakan pejabat eselon I di Kementrian Dalam Negeri sebagai Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan sejak 27 Juli 2020.

Menapaki karir aparatur negeri sipilnya sebagai Lurah di Kota Lhokseumawe pada 1994, Safrizal pada 2001 hijrah ke Jakarta dan bekerja di Kementrian Dalam Negeri. Beberapa jabatan penting pernah Ia emban di intansi itu, seperti Direktur Penataan Daerah Otonomi Khusus, dan Kepala Pusat Inovasi  Daerah.

Pada Februari 2021, Safrizal juga diberi kepercayaan sebagai Pj Gubernur Kalimantan Selatan, saat daerah itu gelar pemilihan kepala daerah. 

Saat ditanyakan popularitas.com, Jika dirinya diberikan amanah sebagai Pj Gubernur Aceh, Safrizal menjawab bahwa, sebagai aparatur negara, jika ditanyakan apakah bersedia atau tidak, maka bila ditugaskan oleh pemimpin dan negara, maka dirinya akan menjalankan tugas tersebut sebaik-baiknya.

Safrizal juga menegaskan bahwa, kala dirinya di tunjuk sebagai Pj Gubernur Kalimantan Selatan, H-1 Ia baru diberitahu oleh Pimpinan, dan Alhamdulillah dia dapat menyelesaikan tugas dengan baik, dan menjalankan perintah dengan tuntas.

“Saya ini aparatur negara, siap ditempatkan dan di beri tugas dimana saja,” katanya kepada popularitas.com, Jumat (7/1/2022).

Selain nama Safrizal, sosok yang juga berkembang namanya sebagai Pj Gubernur Aceh adalah Ir Indra Iskandar. Pria kelahiran Pidie itu saat ini menjabat sebagai Sekjen DPR RI.

Nama Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof Samsul Rizal, juga berkembang namanya sebagai figur untuk Pj Gubernur Aceh. Pria kelahiran IDI Aceh Timur itu akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Pimpinan di kampus Jantong Hatee Rakyat tersebut pada Februari 2022 mendatang.

Menamatkan pendidikan sarjananya di USK, Samsul Rizal melanjutkan pendidikan di Toyohashi University of Technology Jepang pada 1998, sejumlah karir akademik pernah dijabat pria itu, hingga akhirnya Ia memimpin USK selama dua periode atau 8 tahun.

Kala ditanyakan apakah jika dirinya dipercaya oleh Mendagri sebagai Pj Gubernur Aceh, dan di setujui Presiden RI, Prof Samsul Rizal menjawab seraya tertawa, tidak mungkin itu, jangan berandai-andai, katanya kemudian.

Selain unsur sipil, kandidat Pj Gubernur Aceh dari kalangan TNI dan Polri juga telah beredar sejumlah nama.

Comments
Loading...