Menempatkan asa Aceh pada PT PGE kelola Blok B

KEPUTUSAN Menteri ESDM RI melalui surat bernomor 76.K/HK.02/MEM.M/2021, tentang persetujuan pengelolaan dan penetapan bentuk dan ketentuan pokok kontrak kerja sama pada wilayah blok B.

Dalam surat itu juga disebutkan, bentuk dan ketentuan pokok kontrak kerja sama pada wilayah kerja Blok B yaitu kontrak bagi hasil cost recovery, dimana PT Pema Global Energy sebagai kontraktor dengan jangka waktu kontral selama 20 tahun.

Pengalihan pengelolaan blok B kepada pemerintah Aceh, tentu sejalan dengan ketentuan kekhususan Aceh terkait pengelolaan bersama minyak dan gas yang terkandung di bumi provinsi berjuluk serambi mekkah ini.

Proses dan jalan panjang yang ditempuh, dan komitmen semua pihak, terutama Gubernur Aceh Nova Iriansyah, berbuah manis, dan akan dirasakan manfaat dan dampak besarnya beberapa waktu kemudian.

Sebagai perusahaan daerah yang ditunjuk Menteri ESDM kelola blok B, PT Pema Global Energi (PT PGE) merupakan anak perusahaan PT PEMA yang sahamnya mayoritas dimiliki Pemerintah Aceh.

Proses alihtuntas atas persetujuan Menteri ESDM tersebut, kemudian ditindaklanjuti dengan penyerahan 100 persen pengelolaan Blok B dari Pertamina Hulu Energi North Sumatera B Blok (PHE NSB) kepada PT PGE pada Senin, 17 Mei 2021 kemarin.

Melalui ketentuan tersebut, secara resmi, PT PGE saat ini telah menjadi operator dan mengoperasikan sepenuhnya Blok B di Aceh Utara.

Bicara potensi, saat ini, WK B terdiri dari 3 lapangan gas di darat yang aktif berproduksi, yaitu lapangan Arun dengan 44 sumur aktif, Lapangan South Lhoksukon A dengan 2 sumur aktif, dan Lapangan South Lhoksukon D dengan 8 sumur aktif. Produksi gas mencapai 55 MMscfd dan kondensat 868 barel per hari.

baca juga : Mengintip Potensi Blok B yang Dikelola PT PEMA Global Energi

Sebagai perusahaan daerah yang bergerak pada sektor minyak dan gas, kita semua, elemen rakyat Aceh menempatkan asa dan harapan, agar PT PGE dapat bekerja optimal.

Optimalisasi aset, sumber daya, dan potensi yang ada diharapkan dapat dilakukan guna menjadikan sumber daya alam minyak dan gas di bumi iskandar muda ini, dapat dimanfaatkan seluasnya untuk kemakmuran rakyat.

PT PGE tentu tidak dapat bekerja sendiri, semua elemen rakyat Aceh harus mendukung perusahaan tersebut. Putra-putri terbaik Aceh yang memiliki pengalaman bekerja di sektor-sektor migas di seluruh penjuru dunia, harus memberikan kontribusinya agar sebagai entitas bisnis perminyakan dan gas bumi PT PGE dapat berkembang menjadi perusahaan berkelas internasional sebagai operator.

Saat ini, aspek regulasi, dan ketentuan hukum sudah tuntas dilakukan oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Dan tentu, keberadaan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) tidak dipungkiri kontribusi dan peran sertanya. Nah, aspek teknis kedepanlah yang menjadi tantangan PT PGE.

Semua rakyat Aceh, menempatkan asa pada PT PGE untuk kelola blok B, dan jika itu sukses, maka bukan tidak mungkin selanjutnya semua potensi minyak dan gas yang ada di provinsi ujung barat Sumatera ini akan dikelola oleh perusahaan daerah itu. Kepada PT PGE, rakyat Aceh menitipkan as dan harapan, agar kekayaan alam di perut bumi negeri para aulia ini dapat memberikan kesejahteraan pada masyarakat. (***EDITORIAL)

 

-ads-

-ads-
Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.