Melihat Racikan Mantap Barista Kopi Nikmat Pidie Jaya

POPULARITAS.COM – Lelaki berusia 21 tahun itu berdiri di atas sebuah alas yang terbuat dari kayu dengan panjang sekitar 11 centimeter (cm) di pojok bangunan, warung kopi Nikmat, Meureudu.

Di depan remaja yang bernama Gusti, tampak berdiri kokoh sebuah dapur berukuran 1,5X3 meter yang terbalut keramik berwarna kream dengan ketinggian sepinggang manusia normal.

Cangkir-cangkir berwarna putih bening tertata rapi di atas dapur sisi kanan lokasi Gusti berdiri.

“Boh kupi saboh (buat kopi satu gelas),” pesan salah satu pelanggan yang datang untuk menyeruput kopi di warung kopi Nikmat, di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.

Siang itu, Rabu (6/10/2021) Gusti yang mengenakan pakaian berwarna merah dengan sigap langsung membalik badan seraya menggerakkan kedua pergelangan tangannya mengambil gayung aluminium dan saringan besar berisikan kopi, yang sudah dipanaskan di atas tungku api sisi kiri remaja itu berdiri.

Terlihat kedua tangannya seirama naik turun mengangkat dan menurunkan saringan dan gayung aluminium untuk menyaring dan meracik kopi.

Saringan bubuk kopi yang sudah dipanaskan ditungku api serta telah beberapa kali penyaringan itu kemudian didekatkan dengan gelas yang berisikan gula dengan takaran yang pas.

Tangan kirinya yang memegang saringan itu masin terangkat tinggi, kepulan asap tipis keluar seiringan tumpahnya air berwarna hitam bersih ke dalam gelas-gelas kecil. Kemudian diantar oleh teman kerjanya ke penikmat kopi.

Semerbak harum aroma kopi menyerbak memyelimuti ruangan warung Kopi Nikmat.

Gusti mengakui, sudah hampir memasuki empat tahun bekerja di warung Kopi tersebut. Selama itu pula, dia selalu bertugas sebagai peracik kopi, sedangkan enam temannya yang lain bertugas mengantar kopi hasil racikannya ke para penikmat kopi, walau terkadang, sesekali juga digantikan oleh rekannya saat dia istirahat.

“Hampir empat tahun saya bekerja di Nikmat, dan biasanya selalu meracik kopi,” kata Gusti, kepada popularitas.com.

Sesekali, remaja itu mendekatkan wajahnya untuk melihat warna dan mencium aroma kopi. Sebagai barista, Gusti sangat memahami tau kapan harus menganti bubuk di dalam saringan, untuk mempertahankan cita rasa dan aroma kopi.

“Bubuk ini harus diganti, ada takarannya, kalau sari kopinya mulai memudar, harus segera diganti, agar rasa kopi tetap enak,” jelasnya.

Meja-meja tertata rapi, dengan kursi berwarna hijau menghiasai warung kopi Nikmat milik Zulkifli.

Gelas-gelas putih berisikan air berwarna hitam berbuih kecil melingkar terlihat di atas meja, kursi-kursi terisi oleh laki-laki yang datang untuk menyeruput kopi.

Ada pengaturan jarak antar satu meja dan kursi dengan lainnya, maklum saja, kondisi pandemi COVID-19, membuat Zulkifli yang punya warkop Nikmat, harus menerapkan protokol kesehatan di dalam warung kopi miliknya itu.

Editor: dani

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.