Mahasiswa Asal Gayo Minta Dewan Evaluasi Himne Aceh

Lewat Unjuk Rasa

BANDA ACEH – Puluhan mahasiswa dari Aliansi Gayo Merdeka (AGM) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPR Aceh, Selasa (31/10/2017). Mereka meminta Pimpinan DPRA mengevaluasi sayembara Himne Aceh.

Mahasiswa gabungan asal Aceh Tengah dan  Bener Meriah tersebut menilai, demi menjaga keberagaman suku di Aceh, DPRA diminta untuk melihat kembali sayembara Himne Aceh yang mengharuskan berbahasa Aceh.

“Kami mengingatkan DPRA untuk mengevaluasi kembali syarat sayembara Himne  yang diselenggarakan oleh DPRA demi menjaga keberagaman suku di Aceh,” kata Hirfan Sanova, koordinator aksi.

Menurutmya, Aceh merupakan provinsi heterogen yang terdiri dari banyak suku, sehingga Himne Aceh harus ada keterwakilan keberagaman suku. “Kami tidak menolak himne, tapi kami menuntut keadilan agar tidak menimbulkan perpecahan antar suku di Aceh,” kata Hirfan.

Para mahasiswa itu kemudian ditemuai lima anggota DPRA, Irwan Djohan selaku Wakil Ketua DPRA, Ketua Banleg Abdullah Saleh, Ketua Fraksi PA Iskandar Usman Al-Farlaky, Tanwier Mahdi perwakilan Fraksi Demokrat DPRA, dan anggota DPRA dari Fraksi PA Azhari Cage.

Dalam arahannya, Irwan Djohan mengatakan sebagai wakil rakyat pihaknya akan bekerja sama dengan seluruh anggota DPRA untuk menyerap aspirasi yang  disampaikan oleh mahasiswa terkait himne Aceh.

“Semoga himne bisa merangkul seluruh etnis rakyat yang ada di Aceh,” kata Irwan Djohan.

Sebelum kedatangan anggota DPRA, para mahasiswa menggelar aksi treatikal penampilan seni didong dan lagu berbahasa Aceh. Bahkan sempat mendobrak pintu pagar DPRA karena tidak ada anggota yang menjumpai mereka.

Begitupun, aksi tersebut tetap berjalan lancar dan aman di bawah kawalan pihak kepolisian dan Satpol PP Banda Aceh. Aksi AGM kali ini merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya. [jam]

OLEH: ZUHRI

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.