Longsor dan Jembatan Rusak Ganggu Transportasi di Simeulue

Dilanda Hujan Deras

SIMEULUE – Hujan deras di Kabupaten Simeulue sepanjang Rabu, (08/11/2017) menimbulkan longsor dan merusak jembatan di ruas jalan lintasan Kecamatan Teupah Selatan- Simeulue Timur  dan ruas jalan di Kecamatan Teluk Dalam.

Tebing gunung di kawasan Desa Pulau Bengkalak pada lintasan jalan Kecamatan Simeulue Timur -Teupah Selatan, longsor . Sekitar 500 kubik tanah, batu dan kayu tumbang ke badan jalan lebih kurang dari 20 meter.  Longsor itu terjadi sekira pukul 05.00 pagi Selasa (08/11/2017).

Sehingga puluhan personil Polres Simeulue, Kodim, BPBD, SAR serta masyarakat setempat, membuka alur jalan di atas longsoran untuk menyeberangkan kenderaan roda dua milik warga yang hendak ke Kecamatan Teupah Selatan dan ke Kecamatan Simeulue Timur.  

Jalan ini kembali dapat dilalui kenderaan sekitar pukul 12.00 WIB siang setelah pihak Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) setempat menurunkan exsavator. “Longsoran di kawasan pegunungan pulau Bengkalak sudah kembali normal setelah sempat lumpun 8 jam. Kita kerahkan alat berat untuk menyingkirkan ratusan kubik longsoran,” kata Ikhsan Mikaris, Kepala BPBD Simeulue

Sedangkan jalan umum yang putus total terjadi di kawasan lintasan Desa Babul Makmur, Kecamatan Teluk Dalam. Satu jembatan kecil di kawasan tersebut putus diterjang air, sehingga kenderaan tujuan Sinabang-Simeulue Barat harus dialihkan ke jalan darurat . Jalan darurat ini yakni dengan membuka jalan kecil di semak-semak  pinggiran jembatan putus.

Satu unit jembatan beton dengan panjang kurang dari 40 meter, di kawasan Desa Kuala Makmur, Kecamatan Simeulue Timur juga nyaris ambruk setelah satu tiang penyangga utama bagian bawah jembatan, patah dihantam derasnya air sungai.

“Untuk perbaikan seperti di ruas Jalan Teluk Dalam dan satu unit jembatan di Kuala Makmur sedang kita upayakan perbaikan darurat,” ujar Ihsan Mikaris. [jam/amd]

-ads-

-ads-

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.