Lima fakta soal kampung miliarder Tuban, didatangi sales hingga dijaga aparat 24 jam nonstop

POPULARITAS.COM –  Kampung miliarder Tuban di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur sempat viral setahun lalu.

Kala itu sebuah video yang merekam beberapa unit mobil yang diangkut truk antri di jalan masuk Desa Sumurgeneng.

Ada 176 mobil yang dibeli oleh warga desa saat mereka mendapatkan uang miliar rupiah setelah pembebasan lahan untuk pembangunan kilang minyak.

Setahun berlalu, warga menggelar aksi demo dan terungkap fakta tak sedikit warga yang menyesal menjual tanahnya.

Mereka mengajukan beberapa tuntutan yang salah satunya meminta perusahaan mempekerjakan warga terdampak proyek tersebut.

Berikut 5 hal tentang kampung miliarder di Tuban yang viral setahun lalu:

1. Digeruduk sales dari luar kota

Sejak viral sebagai kampung miliarder, Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban banyak didatangi sales dari luar daerah.

Wajah baru berpenampilan ala safari atau perkantoran berseliweran menapaki jalan perkampungan desa setempat.

Mobil berplat luar Tuban bak menjadi penanda, jika para penumpangnya akan menawarkan produk kepada para miliarder Tuban.

Para sales berbagai macam produk bisnis beramai-ramai datang di desa tersebut untuk menggaet para miliarder Tuban membeli produk-produk mereka. Pengunjung warung juga tak luput dari sasaran penawaran.

2. Tawarkan mobil hingga paket umrah

Sales dealer mobil asal Surabaya, Bimo (30) mengatakan, ia datang ke sini bersama teman-temannya karena mengetahui kampung ini viral.

Ia datang untuk menawarkan produk mobil kepada para miliarder baru, yang telah menjual tanahnya ke Pertamina untuk pembangunan kilang minyak.

“Ya ini ngikut saja, lagi pada ramai di sini. Ini masih nawarin ke warga,” ujarnya, Minggu (21/2/2021).

Sementara itu, sales biro umroh asal Surabaya, Anita juga menyatakan hal sama. Kedatangannya bersama tim ke Desa Sumurgeneng adalah untuk menawarkan paket umrah.

Ia datang setelah mengetahui dari pemberitaan jika ada warga yang ingin memberangkatkan umroh keluarganya. “Ya ini lagi mencoba menawarkan perjalanan umroh ke warga, tahu kampung ini viral dari pemberitaan,” bebernya.

Siti Nurul Hidayatin (32), warga desa membenarkan banyak marketing datang. Mereka yang datang kebanyakan menawarkan berbagai macam produk, di antaranya, umrah, perumahan, investasi, mobil dan lain-lain.

“Benar itu, banyak sekali sales yang datang ke sini menawarkan produk,” ungkap miliarder penerima Rp 18 Miliar hasil jual tanah ke Pertamina tersebut.

3. Ada 176 mobil baru

Satu di antara miliarder baru di Sumurgeneng, Tuban (TribunJatim.com/ M Sudarsono)

Kepala Desa Sumurgeneng, Gihanto menyatakan, hingga kini sejak pencairan penjualan tanah warga untuk proyek kilang minyak Grass Root Refinery (GRR) Pertamina-Rosneft asal Rusia, sudah ada 176 mobil baru yang dibeli.

Mobil yang dibeli warga itupun berbagai macam jenis, seperti kijang Innova, Honda HR-V, Fortuner, Pajero dan Honda Jazz.

“Sudah ada 176 mobil baru yang datang, itu tidak langsung bersamaan, yang datang bareng ya 17 mobil minggu kemarin,” ujarnya.

Kades menambahkan, ada 840 KK warga di desanya, namun yang lahannya dibeli perusahaan plat merah sekitar 225 KK.

Harga yang diterima warga untuk penjualan tanah per meter mulai dari Rp 600.000-800.000 sehingga penjualan yang didapat warga rata-rata mencapai miliaran rupiah.

Untuk penjualan tanah paling sedikit Rp 36 juta, paling banyak warga sini Rp 26 miliar, sedangkan ada warga luar mendapat Rp 28 miliar.

“Kalau rata-rata Rp 8 miliar, satu rumah ada yang beli 2-3 mobil. Sisanya buat beli tanah lagi, tabungan, bangun rumah dan usaha,” kata dia.

4. Beli mobil walau tak bisa menyetir

Wantono (40), warga desa miliarder di Tuban mengaku mendapatkan uang Rp 2,4 miliar hasil penjualan tanah 4,2 hektare. Dari uang tersebut, Wantono langsung membeli mobil walau ia tak bisa menyetir. Kendaraan roda empat yang diincarnya adalah tipe multi purpose vehicle (MPV) Mitsubishi Xpander.

“Memang sebelum membeli mobil ini (saya) tidak bisa nyetir, setelah beli saya belajar,” seperti dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (18/2/2021).

Setelah memiliki mobil sendiri, Wantono pun belajar mengemudi dan diajari oleh temannya.

Hal sama juga dialami oleh Matrawi yang membeli dua mobil yakni Toyota Rush dan mobil pikap setelah medapatkan uang Rp 3 miliatr.

Ia mengaku belum bisa menyetir dan baru belajar mengendara setelah membeli mobil Hal tersebut dibenarkan Kepala Cabang Bengkel Auto 2000 Tuban Ari Surjono.

Ia mengatakan, warga yang membeli mobil baru kadang belum tahu akan dipakai untuk apa kendaraan.

“Ada yang membeli truk, tetapi belum tahu akan dipakai untuk apa, hanya diparkir saja. Ada juga yang membeli mobil lebih dari satu, tapi juga belum tahu akan dipakai untuk apa,” kata dia.

5. Dijaga 24 jam nonstop oleh aparat

Setelah viral, aparat TNI dan Polri yang bertugas di kampung Miliarder Tuban tersebut harus bersiaga 24 jam.

Bhabinkamtibmas dan Babinsa melakukan patroli di tiga desa yang warganya jadi miliarder.

Tiga desa itu yakni, Desa Sumurgeneng, Desa Wadung, dan Desa Kaliuntu. Menurut Babinsa Desa Sumurgeneng, Serka Heri Purnomo, pihaknya hampir setiap hari melakukan pemantauan keamanan di desa.

Hal itu dilakukannya setelah warga mendapatkan pembebasan lahan pembangunan kilang minyak Pertamina. Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono membenarkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas bersiaga 24 jam di tiga desa tersebut.

“Mereka kami kasih imbauan agar memastikan keamanan dirinya dan hartanya,” kata Ruruh.

Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...