Liga Dilanjutkan Demi Kampanye Piala Dunia U-20 Meskipun Pandemi

JAKARTA (popularitas.com) – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) memutuskan untuk melanjutkan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 tahun 2020. Keputusan ini diambil untuk mengkampanyekan dan beradaptasi menjalankan new normal menghadapi piala dunia U-20 tahun 2021 mendatang.

Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri mengatakan PSSI sudah memberikan opsi kepada klub dan berencana akan menggelar kompetisi lanjutan Liga 1 dan 2 Tahun 2020 pada bulan September atau Oktober mendatang.

“Kami rasa perlu kampanye lewat sepak bola bahwa Indonesia sudah mulai beradaptasi dan belajar dengan situasi new normal dengan menjalankan protokol kesehatan. Lewat kompetisi sepak bola adalah kampanye yang baik buat dunia luar melihat kita,” kata Indra Sjafri, Minggu (7/6/2020) dikutip dari laman PSSI.

Mantan pelatih Timnas U-19 dan U-23 ini menambahkan bahwa Indonesia punya pengalaman mendapat sanksi FIFA sehingga tidak ada kompetisi saat itu, dan akibatnya kurang baik terhadap prestasi sepak bola nasional.

“Kompetisi yang dilakukan sekarang adalah buat kepentingan timnas ke depan. Supaya pemain selalu berkompetisi dan dengan sendirinya pemain tetap terasah kualitasnya,” jelasnya.

Seperti diketahui pada tahun 2021 mendatang, Timnas Indonesia akan berlaga di ajang bergengsi Piala Dunia U-20 yang juga menjadi tuan rumah. Tentu butuh persiapan yang matang dan maksimal demi sukses meraih prestasi di ajang tersebut.

“Buat kepentingan Timnas U-20 adalah saat pemain tidak ikut pemusatan latihan, mereka bisa berkompetisi di Liga 1 dan 2. Karena rata-rata pemain sudah memiliki klub. Kalaupun pemusatan latihan berlangsung yang biasanya pemain dipanggil hanya sekitar 23 hingga 30 orang. Sementara pemain yang tidak terpanggil pemusatan latihan, mereka tetap terasah lewat kompetisi,” ungkap pelatih asal Sumatra Barat tersebut.

Sementara itu, kewajiban PSSI itu harus memutar kompetisi, dan diamanatkan di Kongres PSSI. Pertanyaan nya bagaimana regulasi kompetisi saat pandemi COVID-19, PSSI pun mengajak klub, Asosiasi Pelatih Sepak bola Seluruh Indonesia (APSSI), dan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) untuk berdiskusi untuk menentukan format kompetisi dan regulasi kompetisi. Dan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan juga mendengar masukan pemerintah, AFC, FIFA dan masukan lainnya sebelum memutuskannya bersama di rapat Komite Eksekutif PSSI.

“Dengan adanya kompetisi, pelatih Timnas Indonesia juga bisa mendapatkan pemain diluar list yang sudah ada. Karena kompetisi bisa melahirkan pemain yang berkualitas. Selain itu, kompetisi akan menggerakkan roda ekonomi seperti pemasukan untuk hotel, katering, transportasi dan lain-lain. Apalagi pemerintah menyarankan kita tetap berdampingan dengan Covid-19 dan produktif,” kata Indra Sjafri yang sukses bersama Timnas Indonesia mempersembahkan gelar juara Piala AFF U-19 dan AFF U-22 tersebut.

Departemen Teknik PSSI dalam hal ini dibantu dokter Syarif Alwi juga sudah menyiapkan protokol kesehatan yang sesuai arahan WHO, FIFA, AFC dan Kementerian Kesehatan. Hal ini tidak hanya untuk kompetisi Liga saja, tetapi untuk pemusatan latihan Timnas, kursus kepelatihan, dan academy atau SSB di masa pandemi COVID-19 ini.[acl]

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat