Lhoksukon Kembali Dilanda Banjir

POPULARITAS.COM – Musibah banjir kembali melanda kawasan Lhoksukon, Ibu kota Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Jumat sore, setelah 19 desa terendam dengan ketinggian air mencapai 1 meter, sehingga warga mengungsi.

Camat Kecamatan Lhoksukon, Saifuddin menyatakan, banjir yang melanda 19 desa di Lhoksukon ini disebabkan meluapnya Sungai Keuruto sejak Kamis (4/1/2018) malam, tetapi puncaknya pada Jumat pagi.

“Terparah banjir saat ini berada di Desa Meucat, Rawa, Rayeuk dan Desa Tuha. Berdasar data sementara, baru warga empat desa itu yang mengungsi,” katanya seperti dikutib dari Antara.

Warga di sana, kata Saifuddin, mengungsi ke meunasah (surau) masing-masing dan rumah kerabatnya di tempat lebih tinggi. Menurut dia, ada warganya yang sudah mulai mengungsi sejak tadi malam.

Ketinggian air di pemukiman penduduk saat ini bervariasi antara 70 Cm hingga 1 meter. Meski demikian, banjir kali ini tidak separah seperti yang terjadi pada pekan pertama Desember 2017.

Untuk Kota Lhoksukon memang masih dalam posisi aman, meski demikian warga di sana tetap siaga, siapa tahu banjir kiriman ini mengepung mendadak seperti yang terjadi pada bulan lalu.

Dikatakan, jika sore ini banjir terus bertambah maka pihaknya akan segera mengumumkan agar warga desa lainnya segera mengungsi ke tempat lebih aman, terutama mereka yang berada di dekat bantaran sungai.

“Di Kecamatan Matang Kuli dan Pirak Timu, banjir sudah surut, bahkan hasil koordinasi kita bahwa warga pengungsian di sana sudah pulang ke rumah masing-masing,” kata Camat Saifuddin.

Camat Kecamatan Matang Kuli, Zulkifli membenarkan bahwa para pengungsi di sejumlah desa dalam kecamatan tersebut sudah kembali ke rumah masing-masing sejak tadi pagi, karena banjir sudah surut.

“Saat ini hanya satu titik lagi warga yang masih mengungsi yaitu di Alue Thoe, selebihnya sudah pulang untuk membersihkan sisa banjir. Jalan lintas kecamatan juga sudah bisa dilalui lagi yang sebelumnya lumpuh,” kata Zulkifli dihubungi terpisah.

Disebutkan, genangan air memang masih terlihat di pemukiman penduduk tetapi hanya tersisa sedikit, baik di dalam rumah maupun di pekarangan dan diprediksi akan semakin surut pada sore ini.

Kepala Badan Penggunggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Munawar Ibrahim menyebutkan, banjir yang melanda 7 kecamatan di Aceh Utara rata-rata sudah surut, kecuali Kecamatan Lhoksukon yang tambah parah.

“Kemarin, banjir di Lhoksukon hanya mengenangi beberapa desa. Tetapi sejak tadi malam hingga hari ini, banjir telah meluas ke sejumlah desa. Tetapi tidak parah seperti bulan lalu yang masuk hingga ke Kota Lhoksukon,” katanya.

Pihaknya terus memantau kondisi banjir di Aceh Utara dan tetap siaga di sejumlah lokasi berserta melakukan patroli, siapa tahu warga harus segera dievakuasi secara mendadak.

Seperti diketahui, puluhan desa di Kecamatan Matang Kuli, Pirak Timu, Langkahan, Tanah Luas, Paya Bakong, Lhoksukon dan Kecamatan Samudera dilanda banjir kiriman sejak Rabu (3/1/2018) dan Kamis (4/1/2018) akibat meluapnya Sungai Keuruto, Sungai Pirak, Sungai Jambo Aye dan Sungai Pase.

Belasan ribu jiwa mengungsi, tetapi sebagian besarnya telah kembali ke rumah masing-masing sejak tadi malam.[acl]

-ads-

-ads-

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.