Knalpot Racing Dipotong karena Mengganggu Masyarakat

BANDA ACEH – Satuan  lalu lintas Polresta Banda Aceh melakukan pemotongan terhadap kendaraan yang menggunakan kenalpot racing.  Pemusnahan ini dilakukan pada kendaraan yang terkena tilang selama pelaksanaan operasi zebra rencong 2017 selama 14 hari.

Proses pemotongan dilakukan menggunakan mesin gerinda atau mesin pemotong besi, yang berlangsung di halaman indoor Malporesta Banda Aceh, Kamis (16/11/2017).

Wakapolresta Banda Aceh, AKBP Armaini mengatakan, pemusnahan knalpot ini dilakukan supaya menyadarkan masyarakat agar tidak menggunakan kembali knalpot tersebut. Ia menilai knalpot racing itu dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Suapaya jadi pelajaran agar tidak menukar knalpotnya dengan racing atau yang sudah dimodivikasi. Kita minta masyarakat agar tetap menggunakan knlapot standar bawaa. Knalpot jenis racing ini suaranya terlalu keras sehingga dapat mengganggu kenyamanan masyarakat di kota Banda Aceh,” katanya.

Armaini mengatakan, razia dilakukan tidak hanya dalam rangka operasi zebra rencong 2017, namun pihaknya tetap akan terus mengejar pengguna kendaraan yang menggunakan knalpot racing.

“Komplain masyarakat sudah sangat banyak dan kita juga sudah lihat sendiri bahwa betapa pengguna kendaraan menggunakan knalpot racing ini sangat-sangat tidak menghargai masyarakat. Mereka ini beyang kerok yang menimbulkan ketidaknyaman masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, selama pelaksanaa operazi zebra rencong 2017, anggota Satlantas Polresta Banda Aceh  menemukan sebanyak 571 kasus diantaranya mulai dari pengendara tidak menggunakan helm sebanyak 245,  tidak menggunakan spion 78 dan 161 kasus pengendara yang tidak memiliki STNK dan SIM.

“Untuk tahun 2017 angka pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan di Banda Aceh menurun dari tahun sebelumnya. Kita berrharap berharap ke depan semakin menurun lagi,” jelasnya.[acl]

PENULIS : ZUHRI NOVIANDI

-ads-

-ads-

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.