Keuchik Lamtemen Timur hadirkan senyum yatim di hari nan fitri

POPULARITAS.COM – Puluhan anak, lelaki dan perempuan tampak antusias, mereka terlihat mencocokan ragam baju, dan pakaian baru, di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Banda Aceh. Ya, Kamis, 28 April 2022, sebanyak 44 anak yatim, diboyong oleh Keuchik Lamtemen Timur, Riazil. Para bocah yang telah kehilangan ayah atau ibu itu, tampak bergembira, senyum tak putus dari bibir mungil mereka.

Program Senyum Yatim di Hari Lebaran, merupakan aktivitas jelang idul fitri yang dilakukan oleh Pemerintahan Desa Lamteumen Timur. Lewat kegiatan itu, puluhan anak yatim yang tinggal di daerah itu, mendapatkan santunan berupa baju baru, dan mereka bebas memilih warna, jenis dan model kesukaannya sendiri.

Keuchik Lamtemen Timur, Riazil yang ikut hadir dalam kegiatan amal tersebut menerangkan, program tersebut dilaksanakan pihaknya, sebagai bentuk tanggungjawab pemerintahan gampong terhadap keberadaan anak yatim disekitar. Tentu, momen lebaran adalah kebahagiaan yang harus bisa dirasakan semua anak, termasuk bocah-bocah yang telah kehilangan ayahnya atau ibunya itu.

Sebab itulah, Program Senyum Yatim di Hari Lebaran, kami canangkan, guna memberikan senyum kepada para anak yang ada di Gampong Lamtemen Timur di hari Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah.

Program itu sendiri, telah dilakukan oleh Keuchik Riazail saat dirinya masih menjabat sebagai Kepala Dusun di Gampong Lamtemen Barat. Karenanya, saat menjabat sebagai Kepala Desa, dirinya ingin melanjutkan kegiatan itu.

“Saat dulu masih jadi Kadus, hal serupa pernah kita lakukan. Dan kini, Alhamdulillah, berkat dukungan aparat desa, awal jabatan saya sebagai Keuchik di Lamtemen Timur ini, program tersebut kembali kita gelar,” katanya menerangkan.

Anak yatim adalah tanggungjawab kita bersama, dan menghadirkan senyum di hari nan fitri kepada mereka, merupakan perintah agama Islam. Tentu kita ingat kisah saat Rasulullah hendak melaksanakan sholat idul fitri, Beliau mendapati anak kecil yang murung dan menangis bersedih.

Lantas, kepada Rasulullah, anak itu bercerita bahwa dirinya adalah Yatim, ayahnya gugur dalam medan perperangan, dan kemudian Rasulullah berkata, “Nak, dengarkan baik-baik. Apakah kau sudi bila aku menjadi ayah, Aisyah menjadi ibumu, Ali sebagai paman, Hasan dan Husein sebagai saudara, dan Fatimah sebagai saudarimu?” tanya Rasulullah. 

Mendengar tawaran itu, anak ini mengerti seketika bahwa orang dewasa di hadapannya tidak lain adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. “Kenapa tak sudi, ya Rasulullah?” jawab anak ini dengan senyum terbuka. 

Rasulullah kemudian membawa anak angkatnya pulang ke rumah. Di sana anak ini diberikan pakaian terbaik. Ia dipersilakan makan hingga kenyang. Penampilannya diperhatikan lalu diberikan wangi-wangian. Setelah beres semuanya, ia pun keluar dari rumah Rasulullah dengan senyum dan wajah bahagia.

Apalagi kemudian, saat ini saya sebagai Keuchik  di Gampong Lamtemen Timur ini, maka sayalah nanti di akhirat akan dimintai pertangungjawabab sebagai pemimpin terhadap anak-anak yatim di kampung ini. Karena itulah, program berbagai senyum ini kami hadirkan, agar saat lebaran nanti, anak-anak yatim di tempat ini dapat bermain bersama, dan tersenyum dengan anak-anak lainnya.

Comments
Loading...