Kemendikbudristek dukung Pekan Kebudayaan Aceh 2023

POPULARITAS.COM – Even Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) 2023 akan kembali digelar oleh pemerintah daerah ujung barat Sumatra tersebut. Hal itu terungkap dari pertemuan antara Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid dengan Kepala Disbudpar Aceh, Almunizal Kamal, di Jakarta, Selasa (26/7/2022).

Dalam pertemuan itu, Kemendikbudristek sangat mendukung kegiatan PKA 2023 yang akan dilangsungkan tahun depan, kata Kadisbudpar Aceh, Almunizal Kamal usai pertemuan “Kemendikbudristek sangat mendukung PKA 2023,” terangnya.

Ia menjelaskan pihaknya telah melakukan pertemuan koordinasi dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid di Ruang Rapat Dirjen Kebudayaan terkait rencana pelaksanaan PKA.

“Ada beberapa poin dari pertemuan ini, di mana pihak Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek menyatakan dukungan untuk hajatan PKA ke VIII, yang Insya Allah akan kita selenggarakan pada tahun 2023 nanti,” kata Almuniza yang turut didampingi Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M Syaputra AZ.

Almuniza menuturkan Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek bakal melibatkan Pemerintah Aceh pada Pekan Kebudayaan Nasional (PKN), yang rencananya akan digelar Oktober tahun depan.

“Ini menjadi salah satu semangat, di mana Pemerintah Aceh juga akan dilibatkan keikutsertaannya pada kegiatan bertaraf nasional yang diselenggarakan oleh Kemendikbud, PKN dan Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI). Dari dua event ini, diharapkan peran Disbudpar Aceh untuk dapat menyiapkan strategi dalam memajukan kebudayaan,” jelas Almuniza.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid berharap, Pemerintah Aceh terus menyiapkan diri menyambut dua agenda besar Kemendikbudristek tersebut.

“Kita berharap, Disbudpar Aceh bisa meningkatkan terus standarisasi dan sertifikasi profesi kebudayaan, serta penataan kembali Dewan Kesenian Daerah yang ada saat ini,” katanya.

Hilmar juga mengatakan pemanfaatan dan pengembangan museum dan taman budaya di Aceh juga harus menjadi perhatian khusus.

Pihaknya telah mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) agar keberadaan dua tempat tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal, sesuai dengan petunjuk teknis yang dibuat oleh Disbudpar Aceh. “Mari diberdayakan secara maksimal Museum dan Taman Budaya,” katanya.

Comments
Loading...