Kehadiran Siswa SD dan SMP di Banda Aceh Dibatasi, Hanya 50 Persen per Hari

POPULARITAS.COM – Pemkot Banda Aceh kembali mengizinkan SD dan SMP menggelar belajar tatap muka di tengah pandemi COVID-19. Pembelajaran tatap muka semester genap tahun ajaran 2020/2021 sudah dimulai sejak Senin (4/1) lalu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Saminan, mengatakan meski belajar tatap muka di SD dan SMP sudah berjalan tetap ada sejumlah pembatasan. Seperti, jumlah siswa dan waktu pembelajaran tiap harinya.

“Sistem pengajaran yang dikembangkan di sekolah yaitu melalui shift. Anak-anak hanya 50 persen dalam setiap harinya. Hari ini misalnya, murid yang hadir 50 persen dari jumlah keseluruhan. Sisanya mereka mengikuti proses belajar besoknya, diatur shiftnya,” ujar Saminan seperti dilansir laman kumparan, Kamis (7/1/2021).

Begitu juga dengan waktu pembelajaran. Saminan mengatakan pihaknya mengikuti sesuai arahan menteri yaitu ada pengurangan jam belajar dari waktu normal biasanya.

“Sesuai arahan menteri, bahwa jam belajar di sekolah itu paling lama 3 sampai 4 jam,” ungkapnya.

Di samping itu, Saminan menuturkan, selain SD dan SMP, beberapa SMA di Banda Aceh juga telah ada yang menjalankan sekolah tata muka.

“Informasi yang kami terima SMA juga sudah ada (sekolah tatap muka). Karena itu kewenangan provinsi. Mungkin mereka melihat kepada keputusan tim COVID-19, karena mereka berada di wilayah Kota Banda Aceh,” tuturnya.

Saminan menjelasakan, penerapan protokol kesehatan dalam belajar tatap muka ini diserahkan kepada tiap kepala sekolah untuk mengaturnya. Sebab, Disdikbud Kota Banda Aceh dan seluruh sekolah telah membentuk tim COVID-19.

“Itu semua sudah dilakukan dengan baik,” ucap dia.

Disdik Banda Aceh Batasi Kehadiran Siswa di SD dan SMP Hanya 50% per Hari (1)

Para guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 19 Percontohan Banda Aceh mempersiapkan meja dan kursi yang jumlahnya dikurangi untuk persiapan pembelajaran tatap muka di Banda Aceh, Aceh, Minggu (3/1/2021). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO

Saminan juga memastikan tiap sekolah di Banda Aceh sudah menyediakan tempat cuci tangan dan para siswa wajib mengenakan face shield serta masker. Selain itu demi mencegah kerumunan, para siswa akan diawasi oleh tim COVID-19 sekolah.

“Semua protokol berjalan dengan baik,” tuturnya.

Lebih lanjut, agar aktivitas sekolah berjalan lancar Saminan mengimbau orang tua murid tidak mengantarkan anaknya ke sekolah apabila sedang dalam kondisi kurang sehat.

“Menjaga semua aturan yang telah diatur dalam protokol kesehatan. Jika kita menjaga semuanya itu pasti bisa berjalan dengan baik. Semua orang tua dapat melakukan semua keputusan yang telah disepakati,” pungkasnya.

Comments
Loading...