Kasus Difteri di Aceh Meningkat

POPULARITAS.COM – Dinas Kesehatan Provinsi Aceh menyatakan kasus difteri di provinsi ujung barat Indonesia tersebut terus mengalami peningkatan.

“Kalau pekan lalu tercatat 93 kasus, kini meningkat menjadi 97 kasus. Ada peningkatan empat kasus dalam sepekan terakhir,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Aceh Abdul Fatah di Banda Aceh, Senin (19/12/2017).

Tambahan empat kasus tersebut berasal dari Pidie Jaya, Banda Aceh, dan Aceh Besar. Saat ini, empat pasien difteri tersebut sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Selain empat kasus tersebut, kata dia, ada dua pasien lainnya sedang dalam proses observasi. Seorang sudah berada di Instalasi Gawat Darurat RSUDZA, seorang lagi dalam perjalanan dari Kota Lhokseumawe.

“Kami belum pastikan dua pasien tersebut terjangkit difteri atau tidak. Yang menyatakan seseorang positif difteri adalah dokter spesialis. Difteri ditandai ada sesuatu putih keabu-abuan di tenggorokan pasien,” sebut Abdul Fatah dilansir antara.

Abdul Fatah menyebutkan, 97 kasus difteri tersebut terjadi sepanjang 2018. Pasien difteri tersebut tersebar 12 dari 23 kabupaten/kota di Aceh. Dari jumlah tersebut, empat di antaranya meninggal dunia.

“Sedangkan pasien difteri yang sedang dirawat ada sembilan orang. Mereka saat ini dalam perawatan intensif di RSUDZA Banda Aceh. Semua pasien tersebut dirawat di ruangan khusus atau dengan kata lain diisolasi,” ujar dia.

Abdul Fatah menyebutkan, hasil investigasi terhadap pasien difteri, sebanyak 95 persen di antaranya yang terjangkit virus berbahaya itu karena tidak pernah mendapat imunisasi. Sedangkan lima persen lainnya, pernah mendapat imunisasi, tetapi tidak lengkap.

“Difteri ini merupakan virus cepat menular dan sangat berbahaya. Virus difteri menyebabkan infeksi selaput lendir pada hidung, tenggorokan disertai demam dan sesak nafas,” kata Abdul Fatah.[acl]

-ads-

-ads-

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.